Pengamat sepak bola asal Kotawaringin Barat, Yusro Arodi mengamati modal besar yang harus dimiliki Adhyaksa FC untuk bersaing di liga 1. Mengingat tim kesebelasan yang kini bermarkas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah itu bakal menghadapi tantangan besar.
Menurut Yusro, setiap klub liga 1 dituntut memiliki kualitas permainan, manajemen yang profesional, serta dukungan suporter yang konsisten sepanjang musim.
"Klub yang besar biasanya didukung suporter yang fanatik dan loyal. Ketika stadion penuh, semangat pemain juga akan berbeda. Karena itu, manajemen dan tribun stadion harus berjalan beriringan," ujar Yusro, Selasa (23/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekedar diketahui, Adhyaksa FC sebelumnya bermarkas di Kabupaten Serang, Banten. Tim ini akan berkompetisi di Liga Super pada musim depan setelah memenangkan play-off promosi di Liga 2.
Keputusan menjadikan Palangka Raya sebagai markas baru Adhyaksa FC merupakan hasil komunikasi panjang dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Kerja sama yang terjalin selama kurang lebih dua tahun itu akhirnya melahirkan kesepakatan untuk membangun sepak bola profesional sekaligus memperkuat pembinaan pemain muda di daerah.
Selain membawa tim senior, Adhyaksa FC juga menghadirkan program Elite Pro Academy (EPA) untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20. Program tersebut diharapkan menjadi jalan bagi talenta-talenta muda Kalimantan Tengah untuk berkembang hingga mampu menembus kompetisi nasional.
Yusro mengatakan kehadiran Adhyaksa FC merupakan kesempatan emas yang belum tentu datang dua kali. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu ikut menjaga agar klub tersebut benar-benar berkembang dan mampu bertahan di kasta tertinggi.
"Kehadiran Adhyaksa FC harus dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan sepak bola Kalimantan Tengah. Jangan hanya menjadi penonton, masyarakat perlu ikut membangun budaya mendukung klub secara positif dan berkelanjutan," katanya.
Yusro menambahkan, selain kualitas pemain, tata kelola organisasi yang baik menjadi fondasi penting agar klub mampu menjaga stabilitas tim. Mulai dari pembentukan skuad, pengelolaan keuangan, hingga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemain dan pelatih.
Selain itu, dukungan suporter juga memiliki peran yang sangat besar. Atmosfer pertandingan yang hidup di stadion kerap menjadi suntikan motivasi bagi pemain ketika menghadapi pertandingan-pertandingan penting.
Pun keberhasilan klub profesional tidak hanya diukur dari hasil pertandingan dalam satu musim. Lebih dari itu, konsistensi pembinaan, kesehatan manajemen, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlangsungan sebuah klub.
"Bertahan di Liga 1 bukan hanya soal memenangkan pertandingan. Klub harus memiliki manajemen yang sehat, pembinaan usia muda yang berkesinambungan, dan dukungan suporter yang terus mengalir agar mampu bersaing dalam jangka panjang," kata Yusro.
Ia berharap pengelolaan yang profesional, pembinaan pemain muda yang berkelanjutan, serta dukungan penuh dari tribun stadion, Adhyaksa FC dinilai tidak hanya berpeluang bertahan di Liga 1, tetapi juga mampu menjadi klub yang mengharumkan nama Kalteng.
(aau/aau)
