PSSI Kalteng Ingin Tiru Sepakbola Jepang, Hadirnya Adhyaksa FC Jadi Momentum

PSSI Kalteng Ingin Tiru Sepakbola Jepang, Hadirnya Adhyaksa FC Jadi Momentum

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 25 Jun 2026 12:30 WIB
Jadi Markas Baru Adhyaksa FC, Stadion Tuah Pahoe Bersolek. (Istimewa)
Foto: Jadi Markas Baru Adhyaksa FC, Stadion Tuah Pahoe Bersolek. (Istimewa)
Palangka Raya -

Sepakbola Jepang merupakan salah satu yang terbaik di Asia. Bahkan saat ini, Tim Samurai Biru sedang bersaing di Piala Dunia 2026.

Maka tak heran jika Asprov PSSI Kalimantan Tengah ingin meniru apa yang dilakukan Jepang. Menurut Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Kalimantan Tengah, Sigit Widodo, kemajuan Jepang bukanlah hasil keberuntungan. Prestasi yang diraih selama ini merupakan buah dari sistem pembinaan pemain yang dilakukan secara konsisten.

"Jepang bisa unjuk gigi di Piala Dunia 2026. Semangat Jepang akan kita tiru di Kalimantan Tengah. Isen Mulang Kalteng akan meniru Jepang," ujar Sigit, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai Jepang layak dijadikan role model bagi negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Keberhasilan Negeri Sakura mencetak pemain berkualitas yang mampu bersaing di liga-liga elite Eropa menjadi bukti pembangunan sepakbola membutuhkan visi jangka panjang dan komitmen yang berkelanjutan.

Di lain sisi, sepakbola Kalteng juga dinilai akan lebih bergairah dengan hadirnya Adhyaksa FC. Klub Super League itu akan bermarkas di Stadion Tuah Pahoe
Kota Palangka Raya di musim kompetisi 2026/2027.

"Kehadiran Adhyaksa FC menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan pemain muda dan meningkatkan kualitas kompetisi di daerah," tambahnya.

Sekilas Timnas Jepang

Saat ini, sebagian besar pemain Jepang memperkuat klub-klub besar di Eropa. Hanya tiga pemain yang masih bermain di kompetisi domestik, yakni kiper Keisuke Osako di Sanfrecce Hiroshima, Tomoki Hayakawa di Kashima Antlers, dan bek senior Yuto Nagatomo yang membela FC Tokyo.

Sementara itu, sejumlah pilar utama Jepang berkarier di liga-liga elite Eropa, seperti Wataru Endo di Liverpool, Daichi Kamada di Crystal Palace, serta Takefusa Kubo di Real Sociedad. Pengalaman mereka menghadapi persaingan kelas dunia menjadi kekuatan utama Samurai Biru.

Di bawah arahan Pelatih Hajime Moriyasu, Jepang akan menghadapi tantangan berat di Grup F bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia. Meski persaingan diprediksi berlangsung ketat, Sigit meyakini kualitas, disiplin, dan mental bertanding yang dimiliki Jepang mampu membawa mereka menjadi salah satu tim Asia yang paling diperhitungkan pada Piala Dunia 2026.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads