Borneo FC dipastikan tidak ambil bagian dalam turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Manajer Borneo FC Dandri Dauri menegaskan absennya Pesut Etam bukan karena menolak berpartisipasi, melainkan karena klub tidak menerima undangan sebagai peserta.
Dandri mengatakan sejak awal manajemen tidak pernah membahas keikutsertaan di Piala Presiden. Borneo FC juga tidak masuk dalam daftar tim yang diundang penyelenggara.
"Kalau saya, memang tidak pernah diundang di Piala Presiden. Jadi memang tidak ada pembicaraan soal itu karena dari awal fokus kami ada di empat kompetisi. Adapun pemilihan peserta Piala Presiden, kami murni tidak tahu-menahu dan tidak masuk daftar undangan," kata Dandri kepada detikKalimantan, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dandri, fokus Borneo FC saat ini tertuju pada empat ajang yang akan dihadapi musim depan. Empat kompetisi tersebut yakni kompetisi liga domestik, ASEAN Club Championship (Shopee Cup), Piala Indonesia, dan kompetisi lainnya yang telah masuk dalam agenda klub.
Dandri menjelaskan Borneo FC bersama Persib Bandung bahkan telah memastikan tempat di babak delapan besar Piala Indonesia sehingga tidak perlu mengikuti fase awal kompetisi tersebut.
Meski tak tampil di Piala Presiden, Dandri mengaku tidak mempermasalahkannya. Ia justru melihat situasi tersebut sebagai keuntungan karena tim bisa lebih fokus mempersiapkan diri menghadapi padatnya jadwal musim depan.
"Tidak apa-apa. Artinya saya bisa lebih fokus lagi ke empat kompetisi yang akan kami hadapi," ujarnya.
Meski begitu, Dandri menegaskan Borneo FC sebenarnya siap apabila mendapat undangan dari penyelenggara Piala Presiden.
"Kalau diundang tentu ikut. Namanya diundang pasti ikut," tegasnya.
Saat ini Borneo FC dijadwalkan menggelar latihan perdana pada 20 Juli di Samarinda. Sementara pelatih kepala dijadwalkan tiba sekitar 15 Juli untuk mulai menyusun program persiapan tim.
Selain latihan perdana, manajemen juga tengah membahas agenda uji coba. Salah satu rencana yang sedang dikomunikasikan adalah laga uji coba melawan Persebaya Surabaya pada akhir Juli.
Dandri berharap persiapan tim berjalan maksimal mengingat Borneo FC akan memulai kompetisi pada awal September. Ia juga meminta PT Liga Indonesia Baru mempertimbangkan jadwal pertandingan agar tidak berbenturan dengan agenda klub yang tampil di kompetisi Asia.
"Saya berharap jadwal bisa dibijaki, terutama kalau Borneo FC bertemu Persib Bandung. Jangan sampai jadwal yang padat justru menyulitkan kedua tim yang sama-sama tampil di kompetisi internasional," pungkasnya.
(des/des)
