Pantai Panritalopi bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi saat libur akhir pekan. Pantai ini terletak di Pulau Pangempang, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dan dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan dari Kota Samarinda menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Perjalanan menuju Pantai Panritalopi memberikan pengalaman tersendiri. Setibanya di Kecamatan Muara Badak, pengunjung memarkirkan kendaraan di area yang telah disediakan pengelola pantai, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu atau kapal menuju lokasi pantai.
Waktu tempuh penyeberangan sekitar 10 menit, dengan pemandangan hutan mangrove di sisi kanan dan kiri serta pantulan cahaya matahari di permukaan laut yang menambah keindahan perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menikmati Pantai Panritalopi, pengunjung dikenakan biaya masuk yang bervariasi. Terpampang di media sosial resmi Pantai Panritalopi, hari biasa (weekday), tiket pulang pergi dibanderol Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu untuk anak usia 2-10 tahun. Sementara itu, bagi pengunjung yang ingin berkemah, tarifnya Rp 60 ribu untuk dewasa dan Rp 40 ribu untuk anak-anak.
Sedangkan pada akhir pekan (weekend), tiket pulang pergi dikenakan Rp 60 ribu untuk dewasa dan Rp 40 ribu untuk anak-anak. Untuk paket camping weekend, tarifnya Rp 70 ribu bagi dewasa dan Rp 50 ribu untuk anak usia 2-10 tahun. Seluruh harga tiket tersebut sudah termasuk biaya penyeberangan kapal pulang pergi. Biaya parkir kendaraan juga terjangkau, yakni Rp 5 ribu untuk sepeda motor, Rp 15 ribu untuk mobil, dan Rp 50 ribu untuk bus.
Di dermaga Pantai Panritalopi, pengunjung akan disambut lorong pohon cemara udang yang tertata rapi, menambah suasana sejuk saat tiba di kawasan pantai. Berbagai fasilitas pendukung tersedia secara gratis, di antaranya 14 gazebo, 36 kamar mandi dan toilet, fasilitas pengisian listrik, serta satu musala.
Selain itu, pengelola juga menyediakan fasilitas sewa bagi pengunjung. Salah satu petugas Pantai Panritalopi, Agus menyebut pengunjung dapat menyewa hammock, tenda, terpal, tikar, hingga kursi.
"Hammock besar Rp 25 ribu, kecil Rp 20 ribu. Tenda dua orang Rp 100 ribu, empat orang Rp 120 ribu, dan enam orang Rp 150 ribu. Terpal ukuran 2x3 atau 3x4 sekitar Rp 30-Rp 40 ribu, kursi Rp 30 ribu per buah, dan tikar Rp 20 ribu," jelas Agus kepada detikKalimantan, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Agus, jumlah pengunjung saat akhir pekan bisa mencapai minimal 300 orang. Terlebih jika terdapat hiburan khusus yang disediakan pengelola.
Pantai Panritalopi juga dikenal memiliki panorama alam yang lengkap. Pengunjung dapat menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) di sore hari, serta matahari terbit (sunrise) yang tampak jelas pada pagi hari. Tak heran jika pantai ini kerap dipilih sebagai lokasi berlibur bersama keluarga, pasangan suami istri, maupun kalangan muda.
Di kawasan pantai, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari bermain bola, bermain pasir, berenang, berfoto, hingga menyiapkan api unggun dan tenda bagi mereka yang menginap.
Salah satu pengunjung, Saminah mengaku sengaja datang ke Pantai Panritalopi untuk merayakan hari jadi pernikahan keempat bersama sang suami. Meski sedikit terlambat dari tanggal seharusnya, ia tetap bersyukur bisa merayakan momen spesial tersebut di Pantai Panritalopi.
"Alhamdulillah bisa bareng suami di momen spesial ini," ujarnya.
Ia berharap liburan kali ini dapat menjadi momen liburan keluarganya, dan ia juga berharap Pantai Panritalopi terus terawat dan berkembang agar tetap menjadi salah satu pilihan destinasi liburan masyarakat Kalimantan Timur.
"Semoga pantai ini terus dijaga kebersihannya supaya semakin nyaman untuk dinikmati," pungkasnya.
Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(sun/aau)
