Menilik Megahnya Arsitektur Masjid Islamic Center Kebanggaan Samarinda

Langkah Emas Raih Kemenangan

Menilik Megahnya Arsitektur Masjid Islamic Center Kebanggaan Samarinda

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Kamis, 19 Feb 2026 08:00 WIB
Masjid Islamic Center Samarinda
Foto: Kemenag.go.id
Samarinda -

Masjid Islamic Center Samarinda (MICS) berdiri megah di tepian Sungai Mahakam. Salah satu masjid terbesar di Indonesia ini menjadi ikon wisata religi kebanggaan Kota Samarinda.

Dengan gaya arsitektur Timur Tengah, MICS punya satu kubah besar dan tujuh menara tinggi yang membuatnya terlihat megah dari segala sisi. Masjid Islamic Center Samarinda punya detail arsitektur yang mencerminkan nilai-nilai Islam, mulai dari jumlah menara hingga proporsi bangunannya.

Terletak strategis di jantung kota Samarinda, dengan latar aliran Sungai Mahakam, masjid ini menjadi salah satu ikon Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekilas tentang Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center SamarindaMasjid Islamic Center Samarinda Foto: Istimewa (dok Pemprov Kaltim)

Masjid Islamic Center Samarinda berada di Jalan Slamet Riyadi No.1, Teluk Lerong Ulu, Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Diketahui masjid ini dibangun pada tahun 2001, saat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berupaya menghadirkan pusat kegiatan Islam, mulai dari ibadah hingga pendidikan dan aktivitas sosial lain.

Disadur dari laman Sistem Informasi Masjid Kemenag RI, pembangunan Masjid Islamic Center Samarinda dimulai sejak 5 Juli 2001. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri.

Dirangkum dari arsip catatan BeritaKlik, proses pembangunan masjid seluas sekitar 43.500 meter persegi itu berlangsung secara bertahap selama beberapa tahun. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut disiapkan mampu menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang.

Secara keseluruhan, Masjid Islamic Center Samarinda berdiri di atas lahan seluas 120.000 meter persegi. Luas bangunan utamanya adalah 43.500 meter persegi dan luas bangunan penunjangnya 7.115 meter persegi.

Masjid ini juga punya lantai basemen seluas 10.235 meter persegi. Lantai dasar masjid terbentang seluas 10.270 meter persegi, sedangkan lantai utamanya mencapai 8.185 meter persegi. Selain itu, terdapat balkon dengan luas sekitar 5.290 meter persegi.

Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda.Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda. Foto: Google Maps/rmd

Pembangunan Masjid Islamic Center Samarinda ini menghabiskan dana miliaran rupiah. Dana tersebut berasal dari APBD Pemerintah Provinsi.

Gubernur Kaltim kala itu, H Suwarna Abdul Fatah, melibatkan berbagai pihak dalam proses pembangunan masjid tersebut. Mulai dari perencana arsitektur, perencana struktur, perencana estetika, konsultan pengawas hingga pelaksana pembangunan.

Setelah 7 tahun lebih proses pembangunan, Masjid Islamic Center Samarinda akhirnya diresmikan, seiring rampungnya bangunan utama beserta fasilitas pendukungnya. Peresmian dilakukan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 16 Juni 2008.

Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda di tepian Sungai Mahakam.Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda di tepian Sungai Mahakam. Foto: Google Maps/Agus Margono

Masjid Islamic Center Samarinda yang dikenal pula dengan nama resmi Masjid Baitul Muttaqien ini tak cuma megah, tapi juga punya pemandangan indah dengan latar Sungai Mahakam yang mempercantik tampilannya.

Banyak beredar klaim Masjid Islamic Center Samarinda adalah masjid terbesar di Asia Tenggara. Namun tak pernah ada penetapan resminya, meski patut diakui masjid ini menjadi salah satu masjid terbesar dan termegah di Indonesia, bahkan kawasan Asia Tenggara.

Masjid ini berdiri kokoh dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Masjid Islamic Center Samarinda tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, melainkan pusat peradaban dan wisata religi.

Kemegahan Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda

Pengunjung beraktivitas di halaman Masjid Islamic Center Samarinda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (9/3/2019). Masjid yang memiliki tujuh menara ini merupakan masjid termegah dan terbesar di Asia Tenggara setelah masjid Istiqlal. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.Halaman Masjid Islamic Center Samarinda di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp. Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Masjid Islamic Center Samarinda mengadopsi perpaduan antara arsitektur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia. Gaya arsitektur tersebut dapat dilihat dari kubah masjid yang mengadopsi model kubah dari Masjid Hagia Sophia Turki.

Masjid Islamic Center Samarinda dirancang dengan konsep megah yang memadukan gaya arsitektur Islam klasik Timur Tengah. Bangunan utamanya ditandai oleh satu kubah besar berwarna keemasan, dikelilingi kubah-kubah kecil serta beberapa menara tinggi yang menjulang dan kini menjadi siluet ikonik Kota Samarinda.

Selain itu, hadirnya gerbang-gerbang tinggi yang mengelilingi bangunan masjid menunjukkan ciri khas Eropa kuno. Adapun desain menaranya terinspirasi oleh menara Masjid Nabawi di Madinah.

Dari tampilan luarnya, Masjid Islamic Center Samarinda terlihat berdiri dengan kesan kokoh sekaligus megah. Ukuran bangunannya yang besar semakin memperkuat kemegahan tersebut, terlebih dengan keberadaan tujuh menara tinggi yang menjulang dan memperindah keseluruhan struktur masjid.

Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda dari ketinggian.Tampilan Masjid Islamic Center Samarinda dari ketinggian. Foto: Tangkapan layar TikTok @userafangebut

Ketujuh menara itu terdiri atas satu menara utama yang berada di sisi kanan bangunan masjid, serta enam menara lainnya yang tersebar di sisi-sisi bangunan. Penataan menara-menara ini memberikan kesan simetris sekaligus monumental ketika masjid dilihat dari berbagai sudut.

Menara utama memiliki tinggi mencapai 99 meter. Angka ini dipilih sebagai simbol 99 Asmaul Husna, yakni nama-nama Allah yang mulia. Menara tersebut tersusun atas 15 lantai, dengan tinggi masing-masing lantai sekitar 6 meter, sehingga menjadikannya elemen arsitektur yang paling menonjol dari masjid ini.

Sementara itu, enam menara lainnya dimaknai sebagai perlambang enam Rukun Iman dalam Islam. Empat menara dengan tinggi 70 meter berdiri di setiap sudut masjid, sedangkan dua menara lainnya berada di area pintu gerbang dengan ketinggian sekitar 57 meter.

Masjid Islamic Center SamarindaMasjid Islamic Center Samarinda Foto: Kemenag.go.id

Saat memasuki bangunan utama, pengunjung yang bergerak dari lantai dasar menuju lantai utama akan melewati 33 anak tangga. Jumlah anak tangga ini disengaja, karena melambangkan sepertiga dari jumlah biji tasbih. Dengan demikian, pengunjung dapat menapaki tangga sambil melantunkan zikir.

Usai melewati anak tangga tersebut, pandangan pengunjung akan langsung tertuju pada serambi masjid yang tampak begitu megah. Area ini dihiasi dengan lampu-lampu gantung kristal serta lampu dinding yang dirancang dalam bentuk kaligrafi, menambah kesan anggun dan sakral.

Salah satu elemen paling menonjol di area serambi adalah sebuah beduk berukuran raksasa yang diletakkan tepat di bagian tengah ruangan. Beduk ini memiliki diameter sekitar 4 meter, dibuat dari kulit sapi, dengan bagian kayunya berasal dari pohon bengkirai yang dikenal kuat dan tahan lama.

Area dalam Masjid Islamic Center Samarinda dan beduk legendarisnya.Area dalam Masjid Islamic Center Samarinda dan beduk legendarisnya. Foto: Google Maps/Lidya Zulfina Rahmawati

Memasuki bagian dalam masjid, suasana sejuk dan menenangkan langsung terasa. Warna krem dipilih sebagai warna dominan interior, yang berpadu harmonis dengan mihrab berwarna lebih gelap, sehingga menciptakan nuansa yang khusyuk dan damai.

Plafon masjid pun tak kalah memukau dengan bentuk kubah besar yang dihiasi lukisan bermotif bintang. Di sekeliling kubah tersebut tergantung lampu-lampu gantung yang terbuat dari emas kuningan, menambah kesan mewah sekaligus mempertegas kemegahan arsitektur interior masjid.

Arsitektur masjid yang menawan dengan dominasi warna krem dan kubah besar di tengahnya membuat Masjid Islamic Center menjadi ikon kota Samarinda. Tidak hanya itu, karena letaknya di tepi sungai, masjid ini menawarkan pemandangan yang menawan, terutama saat matahari terbenam.

Ragam Kegiatan di Masjid Islamic Center Samarinda

Masjid Islamic Center SamarindaMasjid Islamic Center Samarinda Foto: Nadhifa Aurellia

Masjid Islamic Center Samarinda ini bukan hanya diperuntukkan sebagai tempat ibadah semata. Melainkan menjadi pusat peradaban, pembelajaran, siar Islam, dan wisata religi.

Berbagai kegiatan pun rutin diadakan di masjid ini. Di antaranya pengajian rutin, peringatan hari besar Islam, kegiatan pendidikan anak seperti TPA dan madrasah, dakwah Islam, tabliq akbar, dan lain sebagainya.

Untuk menunjang berbagai kegiatan tersebut, masjid pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Seperti aula serbaguna, perpustakaan, ruang belajar (TPA/Madrasah), sound system dan multimedia, poliklinik, taman, koperasi dan lain sebagainya.

Masjid Islamic Center SamarindaArea dalam Masjid Islamic Center Samarinda Foto: Kemenag.go.id

Selama bulan Ramadan, masjid ini ramai untuk ngabuburit. Sebab area sekitar masjid jadi spot menikmati suasana sore sambil menunggu waktu berbuka.

Banyak pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman, sehingga pengunjung dapat berburu takjil dengan mudah. Terdapat pula pasar Ramadan di area sekitar Masjid Islamic Center yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Selain itu, suasana religius yang kental membuat pengalaman ngabuburit di sini semakin berkesan. Selama bulan Ramadan masjid ini juga mengadakan beberapa lomba, seperti lomba azan, lomba tilawah Al-Quran, dan lomba kaligrafi.

Masjid megah inipun bisa jadi salah satu tempat untuk itikaf nanti menjelang waktu-waktu akhir bulan Ramadan. Apakah kamu sudah pernah datang ke masjid megah kebanggaan Samarinda ini?

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads