11 Tempat Wisata Lebaran di Kota Pontianak, Nggak Cuma Tugu Khatulistiwa

11 Tempat Wisata Lebaran di Kota Pontianak, Nggak Cuma Tugu Khatulistiwa

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Sabtu, 21 Mar 2026 16:01 WIB
istana
Istana Kadriah. Foto: (Juli Trisna Aisyah Sinaga/d'Traveler)
Pontianak -

Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki beragam destinasi wisata untuk dikunjungi di masa libur Lebaran 2026. Destinasi ini menawarkan kekayaan sejarah, arsitektur yang menginspirasi, hingga kisah-kisah peradaban masa lalu yang menarik untuk ditelusuri.

Jika detikers sedang mudik atau berada di sekitar Pontianak, berikut adalah 11 tempat wisata menarik dan populer di Pontianak yang dapat dikunjungi bersama keluarga saat libur Idul Fitri atau Lebaran.

1. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Yuk, lihat lebih dekat.Tugu Khatulistiwa dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Foto: Rifkianto Nugroho

Kurang lengkap rasanya jika datang ke Pontianak tanpa berkunjung ke Tugu Khatulistiwa. Jika belum pernah ke sini, detikers sebaiknya mengagendakan untuk datang ke ikon kota ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tugu ini menandai titik lintang nol derajat sebagai garis imajiner pembelah bumi bagian utara dan selatan. Tugu dibangun pertama kali pada tahun 1928 oleh tim ekspedisi geografi Belanda.

Wisatawan akan merasakan pengalaman wisata edukasi yang mendalam melalui museum situs yang menyimpan koleksi foto era 1930-an, benda bersejarah, hingga informasi astronomi.

  • Alamat: Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
  • Jam buka: setiap hari pukul 08.00 - 16.00 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp10.000 per orang.

2. Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Istana Kadriah merupakan peninggalan bersejarah Kesultanan Pontianak yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan menjadi cikal bakal berdirinya Kota Pontianak. Daya tarik utamanya pada arsitektur rumah panggung khas Melayu dengan sentuhan gaya Eropa dan Timur Tengah.

Pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi peninggalan bersejarah seperti singgasana, cermin pecah seribu, meriam kuno buatan Eropa, Al-Quran tulisan tangan Sultan, hingga mengunjungi Masjid Jami' bersejarah yang berada di kompleks yang sama.

  • Alamat: Jalan Tanjung Raya 1, Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak.
  • Harga tiket masuk: gratis

3. Batulayang Makam Kesultanan Pontianak

Batulayang Makam Kesultanan Pontianak memberikan pengalaman menelusuri sejarah para tokoh pendiri kota. Kawasan ini sering menjadi destinasi wisata religi untuk mendoakan para tokoh penting yang telah membangun peradaban di sepanjang tepi Sungai Kapuas.

Merupakan tempat peristirahatan terakhir Sultan Syarif Abdurrahman dan Sultan Hamid II (perancang lambang negara Garuda Pancasila). Tempat ini bernuansa tenang dan sakral, dengan gaya arsitektur makam peninggalan masa lalu.

  • Alamat: Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak.
  • Harga tiket masuk: gratis

4. Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman

Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak.Foto: Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, Pontianak. (Indonesia Travel)

Masjid Raya Mujahidin adalah salah satu masjid paling populer di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Kemegahan masjid ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Pontianak.

Dilansir dari buku Masjid Raya Mujahidin (1953-2015): Monumen Sejarah Perjuangan dan Inovasi Umat Islam Kalimantan Barat dalam Memperkokoh NKRI dari IAIN Pontianak, masjid ini mulai digagas pada tahun 1953 dengan mendirikan yayasan.

Arsitekturnya terbilang unik. Alih-alih menggunakan kubah bundar khas Timur Tengah, atapnya didesain menyerupai payung yang memancarkan makna perlindungan dan pengayoman bagi umat.

  • Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani, Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

5. Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Berdiri sejak tahun 1771, masjid bersejarah ini didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kadrie. Di sela liburan, sempatkan diri untuk mampir ke masjid ini, baik untuk sholat atau istirahat sejenak.

Dikutip dari jurnal Historisitas dan Makna Arsitektur Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dari Universitas Tanjungpura, konstruksinya menggunakan bahan utama kayu belian (kayu ulin) khas Kalimantan. Ini membuatnya tetap kokoh melintasi zaman, memancarkan perpaduan arsitektur lokal Melayu dengan sentuhan corak Timur Tengah.

  • Alamat: berada di Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur, Kota Pontianak.

6. Kampung Tenun Khatulistiwa

Kampung Tenun Khatulistiwa merupakan destinasi wisata edukasi dan belanja unggulan yang telah dikelola dan dilestarikan oleh warga setempat sejak tahun 1999. Sentra kerajinan tekstil ini memproduksi tenun dan songket dengan corak khas, seperti corak Dayak, Melayu Sambas, hingga motif unggulan corak insang.

Selain memanjakan mata dengan keindahan kain, kawasan ini juga menawarkan berbagai ragam aktivitas menarik, mulai dari kelas belajar membuat kerajinan batok kelapa, menari tradisional, hingga mencoba pengalaman agrowisata dan memasak makanan lokal.

  • Alamat: Gang Sambas Jaya, Jalan Khatulistiwa, Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

7. Rumah Radakng, Pontianak Kalimantan Barat

Rumah Radakng adalah salah satu rumah adat suku Dayak di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Di Pontianak, Rumah Radakng berada di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota.Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota. Foto: Ocsya Ade CP/detikKalimantan

Rumah Radakng Pontianak merupakan replika rumah adat suku Dayak terbesar dan terpanjang di Indonesia. Kini bangunan ini difungsikan sebagai pusat pelestarian seni, budaya kreatif, sekaligus destinasi wisata unggulan.

Bangunan megah bertipe rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin ini memiliki panjang 138 meter dan tinggi 7 meter. Secara arsitektur, rumah adat ini sarat akan makna filosofis yang menyimbolkan semangat kekeluargaan, kegotongroyongan, dan kerja keras.

  • Alamat: Kompleks Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Pontianak Kota.

8. Museum Kalimantan Barat

Museum Negeri Provinsi Kalimantan Barat, diresmikan pada 4 Oktober 1983. Ini merupakan salah satu pusat kebudayaan penting di Pontianak yang didesain menyerupai Rumah Panjang tradisional Dayak.

Destinasi edukasi ini merepresentasikan kekayaan budaya dari tiga etnis terbesar di wilayah tersebut, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Di dalamnya terdapat lebih dari 23.000 koleksi yang sangat beragam, mulai dari benda etnografi, artefak arkeologi, uang kuno, naskah filologi, keramik, peninggalan sejarah, karya seni rupa, hingga koleksi luar ruangan seperti miniatur lumbung padi dan perahu lancang kuning.

  • Alamat: Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Pontianak.
  • Jam buka: Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 - 14.00 WIB
  • Harga tiket masuk:Rp 2.000 per orang.

9. Taman Alun-Alun Kapuas

Taman Alun-Alun Kapuas merupakan salah satu destinasi wisata ruang publik populer di Pontianak. Tempat ini menawarkan pemandangan indah langsung ke tepi Sungai Kapuas.

Dengan area seluas kurang lebih 3 hektare, pengunjung dapat melakukan berbagai macam aktivitas rekreasi, seperti bersantai menikmati aliran sungai, berfoto di depan air mancur dan replika Tugu Khatulistiwa, berolahraga di jogging track, hingga membawa anak-anak bermain di fasilitas taman yang disediakan.

  • Alamat: Jalan Rahadi Usman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.
  • Jam buka: 24 jam
  • Harga tiket masuk: gratis.

10. Waterfront Pontianak

Waterfront Pontianak adalah kawasan tata kota modern yang menyulap tepian Sungai Kapuas menjadi ruang publik dan jalur pejalan kaki yang cantik. Tempat ini sangat sempurna untuk mencari ketenangan dengan melihat aktivitas perahu-perahu kayu tradisional berlatarkan langit senja.

Tempat ini menyediakan ruang terbuka dan jalur pejalan kaki yang sangat nyaman. Banyak yang menjadikan lokasi ini favorit untuk duduk minum kopi sambil menikmati kudapan lokal di sore hingga malam hari.

  • Alamat: Jalan Sultan Moh, Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

11. Taman Digulis Pontianak

Tugu Digulis Pontianak.Tugu Digulis Pontianak. Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Taman Digulis Pontianak merupakan oase hijau di tengah kota yang posisinya mengelilingi Tugu Perintis yang ikonik. Rimbunnya pepohonan menciptakan suasana yang pas untuk melepas penat atau mencari ide-ide kreatif.

Nama taman ini disesuaikan dengan nama monumen di tengah persimpangan, yaitu Tugu Digulis. Tugu ini dibangun untuk mengenang 11 tokoh pergerakan rakyat Kalbar diasingkan ke Boven Digoel. Dari sinilah istilah "Digulis".

Fasilitas taman ini lengkap, seperti jalur lari yang mulus, lapangan tenis, dan area bermain anak. Banyak area duduk teduh di bawah pohon lebat membuat pengunjung nyaman.

  • Alamat: Jalan Jenderal Ahmad Yani No.114, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Halaman 2 dari 3
(bai/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads