Banjarbaru adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 371,38 km persegi dan berstatus sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 2022.
Tahukah detikers kalau Banjarbaru sejak awal dirancang sebagai kota baru untuk pusat pemerintahan? Pada awal 1950-an, kota ini dikembangkan oleh Gubernur Kalimantan saat itu bersama perencana asal Belanda sebagai calon ibu kota di masa depan, karena Banjarmasin dinilai sudah terlalu padat. Itulah kenapa sejak awal Banjarbaru sudah didesain rapi, mulai dari pembagian kawasan hingga struktur jalannya.
Yang lebih menarik, itu baru satu dari sekian banyak keunikan Banjarbaru. Masih ada berbagai fakta menarik lain yang membuat kota ini berbeda dari kota-kota lainnya, lho. Simak ulasannya berikut ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kota Termuda di Kalimantan Selatan
Banjarbaru merupakan salah satu kota termuda di Kalimantan Selatan. Secara administratif, Banjarbaru baru resmi menjadi kota pada tahun 1999 melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999 tentang pembentukan Kota Banjarbaru. Sebelumnya, kota ini adalah bagian dari Kabupaten Banjar.
Jika dibandingkan daerah lain seperti Banjarmasin atau Martapura yang sudah berkembang sejak ratusan tahun lalu sebagai sebuah kota, Banjarbaru masih tergolong sangat muda.
Nah, justru karena usia mudanya ini, perkembangan Banjarbaru cenderung lebih terarah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Banjarbaru mengalami pertumbuhan yang cukup konsisten dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,7-2% per tahun dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan ini beriringan dengan meningkatnya pembangunan permukiman, infrastruktur, dan fasilitas publik, terutama setelah Banjarbaru ditetapkan sebagai pusat pemerintahan.
Baca juga: Berenang di Danau Seran Bekas Tambang Intan |
2. Dirancang sejak 1952
Salah satu hal paling unik dari Banjarbaru adalah kota ini telah dikembangkan pada awal 1950-an, tepatnya sekitar tahun 1952, ketika Gubernur Kalimantan saat itu, dr. Murjani, menggagas pembangunan kota baru di kawasan Gunung Apam. Ia bekerja sama dengan perencana asal Belanda, Ir. Van der Pijl, untuk menyusun konsep tata kota yang modern saat itu.
Tujuan pembangunan ini adalah untuk menjadikan Banjarbaru sebagai calon pusat pemerintahan di masa depan. Hal ini dilatarbelakangi oleh kondisi Banjarmasin yang saat itu sudah padat dan didominasi oleh lahan rawa, sehingga dinilai kurang ideal untuk pengembangan kota administratif dalam jangka panjang.
Konsep yang digunakan dikenal sebagai planned city, yaitu kota yang dibangun berdasarkan perencanaan tata ruang. Dalam dokumen perencanaan wilayah seperti Kota Banjarbaru 2014-2034, disebutkan bahwa struktur ruang kota memang diarahkan untuk fungsi pemerintahan, permukiman, dan pelayanan publik secara terpisah dan terencana.
Dampaknya masih bisa dilihat sampai sekarang, seperti:
- Jaringan jalan yang relatif lebar dan terstruktur karena sudah dirancang untuk kebutuhan jangka panjang
- Zonasi wilayah yang jelas, seperti kawasan perkantoran pemerintahan, permukiman, pendidikan, hingga ruang terbuka hijau
- Kepadatan yang lebih terkendali dibanding kota lama seperti Banjarmasin
3. Resmi Jadi Ibu Kota Kalimantan Selatan Sejak 2022
Perubahan besar terjadi ketika Banjarbaru resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2022, menggantikan Banjarmasin. Penetapan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022.
Berdasarkan kajian pemerintah, Banjarmasin memiliki keterbatasan ruang karena didominasi sungai dan lahan rawa, sehingga sulit untuk dilakukan ekspansi besar-besaran membangun infrastruktur pemerintahan.
Sebaliknya, Banjarbaru dinilai lebih siap karena memiliki lahan yang masih luas dengan tata kota yang sudah terstruktur sejak awal, dan risiko kepadatan lebih rendah.
Dalam dokumen perencanaan tersebut juga dikatakan bahwa Banjarbaru memang sudah lama diarahkan sebagai pusat pemerintahan. Jadi pemindahan ibu kota ini sebenarnya adalah realisasi dari rencana jangka panjang.
4. Lokasi Bandara Internasional Syamsudin Noor
Bandara Internasional Syamsudin Noor merupakan pintu masuk utama ke Kalimantan Selatan yang terletak di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan jadi salah satu infrastruktur transportasi paling penting di wilayah Kalimantan bagian selatan.
Secara historis, bandara ini sudah ada sejak masa kolonial dan mulai berkembang sebagai bandara internasional pada pertengahan abad ke-20. Terminal baru Bandara Syamsudin Noor resmi dioperasikan pada Desember 2019 dengan kapasitas yang meningkat signifikan dari sekitar 1,5 juta penumpang per tahun menjadi hingga 7 juta penumpang per tahun, dikutip dari data Kementerian Perhubungan.
Bandara ini memang melayani jutaan penumpang setiap tahunnya. Sebelum pandemi, jumlah penumpang tercatat sekitar:
- 2018: 3,9 juta penumpang
- 2019: 4,2 juta penumpang
- 2022: 3 juta penumpang
- 2023:3,5 juta penumpang
5. Dipenuhi Danau Bekas Tambang
Keunikan lain dari Banjarbaru adalah banyaknya danau yang terbentuk dari bekas lubang tambang, terutama di kawasan Cempaka yang memang dikenal sebagai wilayah pertambangan intan.
Terdapat puluhan lubang bekas tambang yang kemudian berubah menjadi genangan air permanen. Beberapa yang cukup dikenal di antaranya adalah Danau Seran, Danau Galuh Cempaka, dan Danau Tamiyang, serta danau-danau kecil lain yang tersebar di kawasan Pumpung dan Sungai Tiung.
Danau-danau ini terbentuk dari lubang galian tambang yang terisi air hujan dan air tanah. Warna airnya yang sering tampak biru kehijauan berasal dari kedalaman dan kandungan mineral tertentu, sehingga memberikan warna yang cukup kontras dengan tanah di sekitarnya.
Saat ini pemanfaatannya pun beragam. Danau Seran menjadi yang paling berkembang sebagai objek wisata karena aksesnya mudah dan pemandangannya yang indah. Danau ini sering dimanfaatkan untuk spot foto dan liburan keluarga. Sementara Danau Tamiyang dan beberapa danau lain masih cenderung alami, tetapi tetap menarik secara visual.
Itulah berbagai fakta unik Banjarbaru, mulai dari kota termuda, keberadaan bandara internasional, hingga banyaknya danau bekas tambang seperti Danau Seran dan Danau Tamiyang yang membuat Banjarbaru punya karakter yang berbeda dibanding kota lain di Kalimantan.
Simak Video "Menyusun Hidangan Tradisional Mahumbal dan Mamalan di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/bai)