Kawasan Bontang Kuala mulai disiapkan menjadi wajah baru wisata premium di Kalimantan Timur (Kaltim). Kampung atas laut yang selama ini dikenal dengan jembatan kayu ulin dan suasana pesisirnya kini ditawarkan sebagai kawasan penginapan eksklusif untuk menyambut lonjakan wisatawan menuju IKN.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan pemerintah mulai menawarkan proyek "Villa Bontang Kuala" kepada investor nasional. Konsepnya bukan sekadar penginapan biasa, melainkan boutique resort terapung yang tetap mempertahankan identitas kawasan pesisir.
"Kita tidak ingin mengubah identitas asli kawasan ini. Justru pesona penginapan di atas air dan budaya bahari itu yang ingin kita kemas menjadi wisata premium," katanya kepada detikKalimantan, Jumat (22/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bontang Kuala selama ini telah menjadi salah satu ikon wisata pesisir di Kota Bontang. Deretan rumah yang berdiri di atas laut, jalur kayu ulin, hingga panorama mangrove menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
"Vila itu nantinya tidak hanya menyediakan penginapan dengan pemandangan laut, ada juga sentra kuliner seafood khas pesisir serta ruang budaya masyarakat lokal. Jadi wisatawan bukan hanya datang menginap, tapi juga menikmati budaya dan suasana khas Bontang Kuala," ujarnya.
Pemerintah menilai pengembangan wisata premium itu menjadi bagian dari peluang besar yang muncul setelah pembangunan IKN. Arus kunjungan ke Benua Etam pun diperkirakan terus meningkat dan Bontang disebut mulai bersiap mengambil peluang tersebut.
"Posisi Bontang cukup strategis karena nantinya ditopang akses infrastruktur yang semakin terbuka, termasuk rencana konektivitas jalan menuju kawasan penyangga IKN. Jadi momentum IKN ini harus dimanfaatkan. Bontang punya potensi wisata pesisir yang kuat dan itu bisa menjadi daya tariknya," jelasnya.
Di sisi lain, Pemkot Bontang juga mulai menyiapkan kemudahan investasi bagi calon penanam modal. Mulai dari pendampingan perizinan OSS hingga skema insentif daerah disebut disiapkan untuk menarik investor masuk ke sektor wisata.
"Kalau ini berjalan, UMKM lokal, jasa wisata sampai tenaga kerja masyarakat sekitar juga akan ikut bergerak," tuturnya.
Aspian menambahkan, sektor wisata kini mulai dipandang sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bontang. Di tengah dominasi industri migas dan pengolahan yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.
"Pariwisata juga bisa menjadi sektor yang memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," pungkasnya.
(des/des)