Menuju usia 500 tahun, Banjarmasin bakal memiliki alun-alun sebagai pusat berkumpulnya masyarakat. Alun-alun itu rencananya bertempat di Jalan Anang Adenansi, Banjarmasin Tengah.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin, Ibnu Sabil menjelaskan selama ini, hanya Banjarmasin yang tak memiliki alun-alun di Kalsel.
"Karena itu, hadiah 500 tahun Banjarmasin akan memiliki alun-alun seperti daerah lain," ujar Ibnu saat ditemui detikKalimantan di Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabil menjelaskan selama ini Banjarmasin hanya memiliki beberapa tempat keramaian yang dipadati pengunjung. Ada Siring Menara Pandang, Dutamall, dan Kebun Binatang Mini Jahri Saleh.
Alasan tidak memiliki alun-alun yakni keterbatasan ruang. Namun kini, Banjarmasin bakal memiliki alun-alun hasil dari rebranding Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja.
"Nantinya kita akan rapikan Taman Kamboja itu, kemudian ditambahkan jogging track, wall climbing, perpustakaan dan air mancur menyala," kata Ibnu.
Mencontoh kota lainnya, Alun-alun Banjarmasin bakal dilengkapi berbagai kedai kuliner dengan konsep food truck agar mempermudah pergeseran apabila lahan akan digunakan untuk suatu acara.
Alasan pemilihan Taman Kamboja sebagai alun-alun, menurut Sabil, karena berada tepat di tengah kota. Kemudian dekat dengan tempat ibadah, serta merupakan salah satu tempat keramaian yang diminati masyarakat Banjarmasin.
"Taman Kamboja itu strategis, dekat tempat ibadah, selain itu juga keramaian tiap akhir pekan," sebutnya.
"Semoga dengan adanya pembangunan alun-alun bisa membuat masyarakat terhibur, dan tak lagi bingung di mana berakhir pekan," tutupnya.
(sun/bai)
