Musim Liburan, Kunjungan Pantai Pak Lotay Singkawang Masih Loyo

Kalimantan Barat

Musim Liburan, Kunjungan Pantai Pak Lotay Singkawang Masih Loyo

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Senin, 06 Jul 2026 06:01 WIB
Kondisi Pantai Pasir Panjang Pak Lotay atau Palm Beach di musim libur. (Ocsya Ade CP)
Foto: Kondisi Pantai Pasir Panjang Pak Lotay atau Palm Beach di musim libur. (Ocsya Ade CP)
Singkawang -

Momen libur sekolah yang biasanya menjadi musim ramai wisatawan belum mampu mendongkrak jumlah kunjungan ke kawasan wisata Palm Beach atau Pantai Pasir Panjang Pak Lotay, Kota Singkawang. Pengelola menyebut jumlah pengunjung justru menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu pengelola Palm Beach, Ricky Edwar Santoso mengatakan, kondisi kawasan wisata pada musim liburan kali ini masih relatif sepi. Bahkan, tingkat kunjungan belum menyamai momentum libur Lebaran.

"Tahun ini memang mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya diduga karena sebelumnya sempat terjadi antrean BBM yang cukup panjang dan kenaikan harga, sehingga berdampak pada minat masyarakat untuk bepergian," kata Ricky kepada detikKalimantan, Minggu (5/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ricky, pada hari biasa suasana di kawasan wisata tidak jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Padahal, pada musim liburan di tahun-tahun sebelumnya, seluruh kamar penginapan hampir selalu terisi penuh.

"Kalau dulu saat musim liburan cukup sulit mencari kamar karena hampir semuanya penuh. Sekarang memang terasa berkurang," ujar Manager Natuna Hotel ini.

Selain dampak distribusi BBM, Ricky menilai semakin banyaknya destinasi wisata baru di Kalbar juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Palm Beach.

Menghadapi persaingan tersebut, pengelola terus melakukan pembenahan fasilitas untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

"Kami memperbarui fasilitas hotel, termasuk pendingin ruangan (AC). Lingkungan juga terus kami jaga kebersihannya agar pengunjung merasa nyaman," jelasnya.

Tak hanya itu, pendopo yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat diterjang cuaca ekstrem juga telah diperbaiki dan kini kembali dapat digunakan oleh seluruh pengunjung tanpa dikenakan biaya sewa.

"Pendopo bebas digunakan. Siapa yang lebih dulu datang bisa memakainya, tidak harus menginap di hotel," kata Ricky.

Bagi wisatawan yang ingin berkemah, pengelola juga tidak membatasi area camping. Namun, pengunjung diimbau tidak menyalakan api terlalu dekat dengan pepohonan demi menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, kebutuhan listrik untuk aktivitas berkemah juga disediakan oleh pengelola dengan biaya tambahan.

"Kalau hanya untuk lampu sekitar Rp 100 ribu per hari. Kalau menggunakan peralatan seperti rice cooker atau pemanas air, biayanya sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari," pungkas Ricky.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads