12 Karya Perupa 'Mejeng' di Pameran Indonesian Women Artist #4
Ada 12 karya perupa perempuan lintas generasi yang berpameran. Mengusung tema On the Map - Art, Science, Technology & Culture, eksibisi dikuratori oleh Carla Bianpoen, Vidhyasuri Utami, dan Bagus Purwoadi.
Ketua Yayasan Cemara Enam, Inda C. Noerhadi, sebagai penyelenggara mengatakan sejak awal pameran digagas sebagai platform apresiasi sekaligus upaya untuk 'melihat' karya artistik perupa perempuan di Indonesia.
"Tahun ini IWA #4 jadi pembuka penyelenggaraan biennale atau triennale perempuan pasa masa yang akan datang," katanya saat membuka pameran, Kamis (9/4/2026).
Kurator Carla Bianpoen pun menambahkan dua dekade yang lalu sejarah seni rupa Indonesia yang ditulis banyak mengabaikan pengalaman perempuan. "Kami mulai melihat berapa perupa perempuan yang bisa didapat, pameran IWA pertama mengangkat 34 perupa perempuan ke permukaan, setelah itu kami menghadirkannya lagi pada tahun 2019 dan 2022, dan 2026 hadir lagi yang keempat kalinya," ucap kritikus seni Asia Tenggara tersebut.
Pembukaan Pameran Indonesian Women Artist #4 di Galeri Nasional Indonesia (GNI). Foto: Dok.MCB Kemenbud |
Sebagian besar perupa yang diajak kolaborasi dalam pameran kali ini, lanjut Carla, ada keresahan dalam mengeksplorasi artistik yang ada pada dirinya, bumi, lingkungan sekitar, dan kondisi sosial politik belakangan ini.
"Keresahan ini memicu karya-karya yang sangat hebat, lain daripada yang lain. Saya senang sekali melihat ada hal itu, mereka akan masuk ke masa yang baru lagi. Ke new future, yang ke depannya mungkin akan diadakan biennale atau triennale. Platformnya lebih melebar dan luas lagi," katanya.
Para seniman yang berpartisipasi di antaranya Bibiana Lee, Citra Sasmita bersama Cinta Bumi Artisan, Dyantini Adeline, Endang Lestari, Ines Katamso, Irene Agrivina, KaNa Fuddy Prakoso, Ni Nyoman Sani, Nona Yoanishara, Rani Jambak, Tara Kasenda, dan Ve Dhanito.
Dalam satu ruang khusus, ada tribute pada perupa perempuan senior pada masa-nya. Mereka adalah Sri Astari Rasjid, Lucia Hartini, Hildawati Soemantri, Marida Nasution, dan Umi Dachlan.
Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, yang buka eksibisi menegaskan pentingnya langkah afirmatif agar perempuan bebas berkarya dan berekspresi.
Baca juga: Indonesia Menuju Venice Biennale 2026 |
"Kalau tidak dibantu pemerintah menyediakan platform, para perupa akan sulit berjalan sendiri, terutama dalam hal branding dan promosi," ucapnya.
Pameran IWA #4: ON THE MAP dapat dinikmati pengunjung mulai 10 April hingga 30 Juni 2026 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Pameran buka setiap hari Selasa-Kamis pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Minggu pukul 10.00-20.00 WIB.
Harga tiket kawasan Galnas saat ini Rp25.000 untuk pelajar dari tingkat PAUD hingga mahasiswa, Rp50.000 untuk pengunjung usia dewasa, Rp 150.000 untuk Warga Negara Asing (WNA), Rp 50.000 untuk pengunjung WNA pemegang KITAS, serta Rp 0 untuk anak usia kurang dari tiga tahun, dewasa lebih dari 60 tahun, penyandang disabilitas, yatim piatu, pemilik KIP dan KIPK.
(tia/wes)











































