80 Lukisan Potret Ilmuwan Inspiratif Dipajang di Muskitnas hingga Raih MURI

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Pameran Seni SciArt 80 Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta Pusat.
Foto: Dok.Tia Agnes/ BeritaKlik
Jakarta -

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) meresmikan pameran seni SciArt 80: Gelora Api Kebangkitan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) hari ini. Eksibisi yang dibuka bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional jadi salah satu buat mengenal tokoh bangsa lewat pendekatan seni visual.

Dibuka mulai hari ini dan bakal ada secara permanen di museum yang dahulunya dikenal sebagai sekolah kedokteran STOVIA era Belanda, menampilkan 80 tokoh intelektual Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pameran yang menampilkan lukisan karya Paul Hendro ini digelar sebagai tribute pada tokoh pendidik dan bangsa.

"Tahun lalu, pameran ini menampilkan 35 tokoh dan dibuka di Perpustakaan Nasional yang diinisiasi oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), dan tahun ini lebih besar dengan 80 lukisan," ungkap Fadli Zon saat membuka pameran di Museum Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).

Menurut Fadli Zon, pameran ini menjadi simbol penghormatan pada tradisi intelektual para cendekiawan dalam membangun bangsa. Di antaranya ada tokoh Rumpius sebagai naturalis pertama, ada Alfred Wallace yang terkenal meneliti di Maluku, Georg Everhard Rumphius, Christiaan Eijkman, Soekarno, Ki Hajar Dewantara, Sartono Kartodirdjo hingga Samaun Samadikun.

Pameran Seni SciArt 80 Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta Pusat.Pameran Seni SciArt 80 Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta Pusat. Foto: Dok.Tia Agnes/ BeritaKlik

Di momen yang sama, Menbud Fadli Zon juga menyampaikan pameran 80 lukisan tokoh intelektual itu juga meraih Rekor MURI, bersamaan dengan penetapan Lukisan Cadas Tertua, dan Penetapan Cagar Budaya Nasional Terbanyak.

Lukisan dalam pameran ini dibuat, oleh seniman Paul Hendro dengan pendekatan visual yang unik melalui teknik camera obscura dan metode pinhole. Permainan kontras cahaya dan latar gelap menciptakan kesan historis sekaligus reflektif, seolah menghadirkan kembali semangat para ilmuwan dari lintasan waktu.

"Melalui lukisan-lukisan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya dibangun di medan perjuangan fisik, tetapi juga di ruang laboratorium, perpustakaan, dan ruang-ruang pemikiran," ujar Paul Hendro.

Pameran ini juga menjadi ruang edukasi publik yang mempertemukan seni, sejarah, dan sains dalam bahasa visual yang lebih mudah dijangkau oleh generasi muda.

Selain karya lukisan, pengunjung dapat menikmati narasi biografis populer, pojok baca, publikasi ilmiah populer, serta program literasi dan edukasi sains.

Pameran ini dibuka mulai 20-30 Mei 2026 pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Pameran Seni SciArt 80 Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta Pusat.Pameran Seni SciArt 80 Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas), Jakarta Pusat. Foto: Dok.Tia Agnes/ BeritaKlik



(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO