Pameran Tunggal Goenawan Mohamad Ke-18 Digelar, Tandai Usia 85 Tahun
Selama ini, GM dikenal luas sebagai penyair, esais, penulis Catatan Pinggir, dan intelektual publik. Melalui pameran ini, publik diajak melihat sisi lain GM sebagai perupa yang bekerja melalui drawing, grafis, lukisan, dan teks.
Dikuratori oleh Asikin Hasan dan dibuka oleh seniman Tisna Sanjaya, pembukaan pameran dihadiri oleh ratusan orang pada Sabtu (23/5).
Kurator Galeri Komunitas Salihara, Asikin Hasan, dalam catatan kuratorialnya mengatakan gambar dan tulisan dalam karya-karya Goenawan Mohamad 'saling berbagi ruang untuk berada di tempat yang sama'.
"Gambar-gambar itu tidak selalu dijelaskan oleh tulisan, demikian pula tulisan bukan penjelasan bagi gambar. Keduanya hadir di dunia merdekanya masing-masing," katanya dalam keterangan pers yang diterima BeritaKlik.
Pameran Tunggal Goenawan Mohamad di Komunitas Salihara Foto: Dok.Komunitas Salihara/Witjak Widhi Cahya |
Di atas kertas dan kanvas, GM menggambar, membuat grafis, melukis, sekaligus menulis. Dalam karya-karyanya, teks dan gambar hadir berdampingan namun tidak saling menjelaskan secara langsung.
Keduanya berbagi ruang, bergerak dalam dunia masing-masing, dan membuka kemungkinan tafsir yang tidak tunggal. Salah satu gagasan terpenting dalam pameran GM adalah soal 'kitab'.
"Yang menarik perhatian saya adalah gagasan pembuatan kitab, dan itu tidak hanya satu. Ada kitab ini, kitab itu, dan apalagi. Teks dan gambar saling mengambil tempat dan posisi. Ada yang dibangun, tapi juga ada ruang-ruang yang dibiarkan terbuka seperti tidak selesai sebagai apa yang kita pahami sebagai buku atau kitab umumnya," tulis Asikin.
Kehadiran Teks, Gambar, Kitab di Galeri Salihara memperlihatkan perjalanan kreatif GM yang tidak terpisah antara sastra, pemikiran, dan seni rupa.
Detikers yang ingin melihat karya-karya GM, pameran dibuka setiap Selasa sampai Minggu pukul 11.00 hingga 19.00 WIB.
(tia/pus)











































