Panggung Musikal Senja Teduh Pelita Siap Ramaikan Libur Sekolah

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Musikal Senja Teduh Pelita
Foto: Indonesia Kaya
Jakarta - Di momen hari libur anak sekolah, Jakarta MOVIN berkolaborasi dengan MALIQ & D'Essentials siap membius pencinta seni lewat musikal Senja Teduh Pelita. Mulai dibuka hari ini, bakal berlangsung hingga 12 Juli di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Musikal orisinal yang menghadirkan kisah sains fiction tentang Pasukan Pelita berusaha membangun kembali dunia setelah peradaban runtuh, sekaligus ngajak penonton merefleksikan hubungan manusia dengan alam dan masa depan.

Produser sekaligus sutradara musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, mengatakan gagasan yang sudah diobrolkan sejak tahun 2023 akhirnya digelar.

"Kami menginterpretasikan karya MALIQ & D'Essentials ke panggung musikal sudah ngobrol dari tahun 2023 asyik kali ya kalo jadi musikal. Kita juga inline dengan value generasional connection dan bisa terus hidup ke generasi mendatang. Karya yang timeless dan gak kekinian," katanya usai media preview di Graha Bhakti Budaya, Jumat (3/7).

Menurut Nuya, musikal Senja Teduh Pelita penuh dengan pesan positif dan selalu relevan persoalan manusia ke depannya.

"Akhirnya sudah show pertama hari ini, bersyukur banget, mudah-mudahan penonton dan masyarakat Indonesia bisa dapat bermanfaat juga dari karya ini, untuk musik Indonesia, kemajuan teater musikal," sambungnya.

Musikal Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, serta peperangan antarbangsa. Populasi manusia menurun drastis, tanah subur dan air bersih menjadi langka, hingga suatu hari seluruh orang dewasa menghilang dan meninggalkan 9 anak menghadapi dunia yang telah mereka wariskan.

"Aku mendengarkan sampai 9 album pada hakikatnya terinspirasi dengan variasi lagu-lagu MALIQ, bumi, dan bisa membayangkan dunia cerita yang disaksikan kenapa di masa depan, terinspirasi lagu-lagu MALIQ dari bunyi-bunyi dalam lapisan lagu-lagunya MALIQ. Banyak lagi yang maknanya sangat universal, tentang kehidupan, perjuangan, keraguan tentang memaknai hidup, kebimbangan dan menurut aku sangat manusiawi dan berpotensi jadi cerita penuh petualangan," katanya.

Sekitar 20 lagu MALIQ & D'Essentials, termasuk Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu, diinterpretasikan menjadi bagian dari perjalanan emosional para tokohnya.

Angga Puradiredja, mewakili MALIQ & D'Essentials, mengungkapkan, "Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru. Mungkin memang begitulah seharusnya karya hidup. Ia tidak berhenti di bentuk pertamanya," ungkapnya.

Musikal Senja Teduh Pelita melibatkan 32 pemeran, di mana 11 di antaranya adalah anak-anak, serta 200 insan kreatif yang bersama-sama membangun pengalaman teater musikal yang imersif. Pertunjukan ini memadukan tata panggung, multimedia, tata cahaya, tata kostum, koreografi, dan tata musik yang dirancang untuk menghidupkan dunia Pasukan Pelita di atas panggung.


(tia/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO