Sutradara Kim Chang Min Meninggal Diduga karena Penganiayaan, Ini Faktanya
Menurut laporan terbaru, Kim sebelumnya mengalami kondisi mati otak setelah menjadi korban kekerasan fisik pada 20 Oktober dini hari di sebuah restoran 24 jam di wilayah Guri, Gyeonggi. Saat itu, ia sedang bersama putranya ketika terjadi keributan dengan pengunjung lain yang berujung pemukulan hingga membuatnya terjatuh.
Setelah insiden tersebut, Kim sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun, proses pemindahan disebut terlambat sekitar satu jam, yang dianggap krusial dalam situasi darurat. Sekitar dua pekan kemudian, ia dinyatakan mengalami mati otak.
Dalam kondisi tersebut, Kim mendonorkan organ tubuhnya pada 7 November dan berhasil menyelamatkan empat orang. Ia kemudian meninggal dunia di Seoul.
Kasus ini juga menyoroti proses hukum yang berjalan. Polisi menetapkan tersangka dan mengajukan penahanan, namun ditolak jaksa.
Upaya penahanan kembali terhadap dua tersangka juga ditolak pengadilan dengan alasan mereka memiliki tempat tinggal tetap dan kecil kemungkinan menghilangkan barang bukti.
Keluarga korban pun mengkritik penanganan kasus ini, mulai dari respons awal hingga kegagalan mengamankan golden hour dalam penanganan medis.
Sepanjang kariernya, Kim Chang Min dikenal aktif di departemen artistik berbagai film seperti Man of Will (2017), The Drug King (2018), hingga Waiting for Rain (2021). Ia juga menyutradarai beberapa film, termasuk Someone's Daughter (2016) dan Exit 3 of Guui Station (2019).
Karya terbarunya berjudul Reply rencananya akan diputar di sejumlah festival film, termasuk Festival Film Pendek Internasional Jeonju dan Festival Film Internasional Hangang Seoul.
(dar/dar)

