India Blokir Penayangan The Voice of Hind Rajab, demi Israel?

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film The Voice of Hind Rajab.
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Pemerintah India melalui Badan Sertifikasi Film Pusat (CBFC) dilaporkan telah memblokir pemutaran film dokumenter drama yang masuk nominasi Oscar, The Voice of Hind Rajab.

Keputusan ini diambil karena kekhawatiran bahwa konten film tersebut dapat merusak hubungan diplomatik antara India dan Israel.

Film karya sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, ini mengangkat kisah nyata yang memilukan tentang Hind Rajab, seorang bocah perempuan Palestina berusia enam tahun.

Hind terjebak di dalam mobil di bawah rentetan tembakan pasukan Israel di Gaza pada Januari 2024, sementara seluruh anggota keluarganya telah tewas di sekelilingnya.

Dilansir dari Gulf (23/3) Manoj Nandwana, pimpinan Jai Viratra Entertainment selaku distributor film tersebut di India, mengungkapkan bahwa pihak sensor menolak memberikan izin tayang meskipun film ini telah dijadwalkan rilis pada 6 Maret 2026.

"Seorang anggota komite CBFC mengatakan kepada saya bahwa jika film ini dirilis, hal itu bisa merusak hubungan India-Israel," ujar Nandwana.

Ia juga menambahkan bahwa alasan tersebut terasa janggal mengingat film ini telah ditayangkan di berbagai negara yang juga memiliki hubungan diplomatik kuat dengan Israel, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Italia.

Keputusan ini memicu gelombang protes di dalam negeri India. Politisi oposisi dari partai Kongres, Shashi Tharoor, menyebut pemblokiran ini sebagai tindakan yang memalukan bagi sebuah negara demokrasi.

"Dalam sebuah demokrasi, penayangan film adalah refleksi dari kebebasan berekspresi masyarakat dan tidak ada hubungannya dengan hubungan antar-pemerintah. Praktik melarang film atau buku karena alasan menyinggung negara asing harus segera dihentikan," tegas Tharoor melalui akun media sosialnya.

Film ini sangat emosional karena menggunakan rekaman audio asli dari panggilan darurat Hind Rajab ke Bulan Sabit Merah Palestina saat ia meminta pertolongan selama berjam-jam sebelum akhirnya tewas. Dua paramedis yang mencoba menyelamatkannya juga dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Meskipun meraih sambutan hangat di festival film internasional seperti Festival Film Venesia dan masuk dalam nominasi Best International Feature Film di ajang Oscar 2026, penonton di India kini kehilangan kesempatan untuk menyaksikan kisah ini di layar lebar.

Saat ini, pihak distributor tengah mengajukan proses peninjauan ulang (revisi) ke komite CBFC, namun belum ada kepastian apakah keputusan tersebut akan berubah.


(ass/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO