Animator Avengers Pulang Kampung Demi Garap Film Animasi Garuda di Dadaku
Shanty Harmayn selaku produser mengungkapkan dirinya sengaja mengajak Ronny Gani karena keahliannya yang sudah teruji selama bertahun-tahun di Lucasfilm dan Industrial Light & Magic (ILM). Ia ingin memastikan film animasi layar lebar Garuda di Dadaku ini memiliki kualitas visual yang optimal.
"Jadi Mas Ronny dulu kerja di Lucas jadi saya culik istilahnya. Saya bilang ini pulang deh Ron gitu, pulang deh pulang gitu. Komitmennya adalah to stay and produce film animasi," kata Shanty Harmayn saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Bagi Ronny Gani, memimpin proyek animasi di Indonesia memberikan tantangan yang sangat berbeda dibandingkan saat ia bekerja di studio besar luar negeri.
Ronny Gani menyebut ia harus merancang skema kerja yang benar-benar berbeda agar target kualitas visual tetap tercapai dengan memanfaatkan kondisi dan ekosistem yang ada di Indonesia saat ini.
"Buat saya personal yang paling mendasar bedanya adalah ekosistemnya. Ekosistem Hollywood tidak akan bisa kita paksakan menjadi standar workflow di lokal karena memang notabene sudah berbeda gitu," tutur Ronny Gani.
Dalam penggarapan Garuda di Dadaku, Ronny Gani memilih strategi untuk tidak terlalu bergantung pada teknologi tinggi AI. Ia ingin membuktikan talenta manusia dari para animator Indonesia memiliki daya saing yang tinggi jika diberikan arahan yang tepat.
"Kita tidak akan mampu bersaing dengan teknologi dari Hollywood. Kekuatan kita ada di human craft. Kita banyak sekali talenta-talenta yang berbakat di seluruh Indonesia," jelasnya.
Melalui proyek Garuda di Dadaku, Ronny Gani meyakini dengan adanya komunitas yang solid serta dukungan antar-kreator, masa depan industri kreatif Indonesia akan semakin kaya dengan imajinasi dan karya-karya orisinal.
"Yang kita pengen sampaikan dan ingatkan kepada mereka adalah kita akan selalu punya teman-teman, kita akan selalu punya keluarga, kita akan selalu saling membantu dalam mencapai mimpi kita bersama," pungkasnya.
Film animasi Garuda di Dadaku dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026 mendatang di seluruh bioskop Indonesia.
(ahs/tia)










































