Juminten Edan Jadi Potret Kesulitan Perempuan Disabilitas Penuh Teror

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Film Juminten Edan mengisahkan perempuan disabilitas tuna wicara yang kembali ke kampung halaman. Menyajikan horor dengan tema sosial.
Foto: Dokumentasi
Jakarta - Juminten Edan hadir menjadi salah satu film horor thriller garapan Mercusuar Films bersama Digital Frame Production. Film ini disutradarai oleh Dedy Mercy dan Jonathan Ozoh, menghadirkan sosol perempuan disabilitas bernama Juminten.

Dalam cerita, Juminten adalah perempuan tuna wicara dan pendengaran terganggu. Ia hadir sebagai pusat cerita dan karakter itu diperankan oleh Meisya Amira.

Kehadiran Juminten memberi warna berbeda dalam film horor Indonesia karena tokoh utama perempuan tidak dibangun sebagai sosok yang sempurna, melainkan sebagai karakter yang menyimpan luka, trauma, dan rahasia masa lalu.

Cerita Juminten Edan mengikuti kepulangan sang tokoh ke pulau tempat ia dibesarkan. Ia kembali bersama suami dan anaknya setelah delapan tahun pergi merantau.

Kepulangan itu semula disambut hangat oleh keluarga yang telah lama menanti mereka. Namun, suasana perlahan berubah ketika Juminten mulai menunjukkan perilaku yang tidak wajar.

Kejadian-kejadian aneh muncul, baik ketika ia sadar maupun tidak. Dalam beberapa peristiwa, Juminten bahkan berusaha mencelakai suami, anak, dan keluarga dekatnya.

Dalam keterangan pers, Kamis (7/5/2026) sutradara Dedy Mercy menyebut bahwa penceritaan Juminten Edan telah dipersiapkan cukup lama. Baginya, film ini tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga membawa persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan keluarga.

"Melalui film Juminten Edan, saya ingin menghadirkan miniatur masalah sosial dalam keluarga. Ada kehangatan yang dibangun, ada semangat, dan puncaknya bagaimana film ini bercerita bahwa di zaman modern sekarang kewarasan justru lahir dari orang-orang yang dianggap gila," ujar Dedy Mercy.

Bagi Meisya Amira, memerankan Juminten menjadi tantangan besar karena karakter tersebut harus menyampaikan banyak emosi tanpa banyak dialog.

"Untuk membangun emosi Juminten aku mulai dari proses persiapan yang cukup mendalam. Sebelum shooting dimulai, aku baca sinopsis secara menyeluruh, memahami karakter, serta mempelajari latar belakang dan backstory Juminten yang sudah dikasih ke aku. Ini membantu aku untuk mengenali akar emosi dan batin yang dimiliki oleh karakter tersebut," ungkap Meisya Amira.

Persiapan tersebut juga dilanjutkan dengan proses belajar bahasa isyarat bersama coach yang mendampinginya sejak reading hingga syuting berlangsung. Hal ini menjadi bagian penting agar ekspresi dan komunikasi Juminten tetap terasa kuat di layar, meskipun karakter tersebut memiliki keterbatasan dalam berbicara.

Meisya juga merasa tantangan terbesar dalam memerankan Juminten adalah menjaga emosi tetap hidup melalui gestur, tatapan, dan tubuh. Ia harus benar-benar masuk ke dalam situasi batin karakter agar trauma yang dibawa Juminten dapat terasa jujur dalam setiap adegan.

Sementara itu, Dimas Aditya berperan sebagai Manto, suami Juminten. Karakter Manto berada dalam posisi yang tidak mudah karena ia mencintai Juminten, tetapi juga harus menghadapi ketakutan ketika melihat perubahan dalam diri istrinya.

"Cinta mengalahkan rasa takut. Bahkan rasa cinta yang besar membuat Manto rela memilih hidup bersama Juminten dan meninggalkan kemapanan hidup bersama keluarganya. Karena cinta bisa mengalahkan apa saja, bahkan ketakutan sekalipun," ujar Dimas Aditya.

Selain Meisya Amira dan Dimas Aditya, film ini juga dibintangi oleh Anne J Coto sebagai Salma, Kukuh Prasetyo sebagai Marlan, Deden Bagaskara sebagai Kadir, serta Bambang Oeban sebagai Kakek Juminten. Deretan pemain lainnya meliputi Wina Marrino sebagai Farida, Sharon Jovian sebagai Saskia, Teguh Julianto sebagai Heri, Wanto Cacing sebagai Sidik, Feril Ali sebagai Manto Kecil, dan Maria Lituhayu sebagai Juminten Kecil.

Dengan menempatkan perempuan disabilitas sebagai pusat cerita, Juminten Edan membuka ruang bagi karakter utama perempuan yang lebih kompleks, rapuh, dan penuh pergulatan batin. Film Juminten Edan akan tayang di Bioskop tahun ini.


(pig/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO