Siapin Tisu, Children of Heaven Versi Indonesia Tayang 27 Mei
Untuk diketahui, film Children of Heaven merupakan film garapan dari sutradara Iran, Majid Majidi. Children of Heaven pernah masuk dalam nominasi Oscar pada tahun 1999. Film ini diremake oleh MD Pictures yang menunjuk Hanung Bramantyo sebagai sutradaranya.
Film Children of Heaven menghadirkan kisah Ali dan Zahra yang tinggal di pinggir kali Semarang pada tahun 1988. Mereka hidup dalam kemiskinan.
Suatu hari, Ali menghilangkan sepatu Zahra. Tetapi dua bersaudara ini tak berani meminta sepatu baru kepada orang tuanya yang tengah kesusahan. Mereka akhirnya bergantian memakai sepatu ke sekolah.
Children of Heaven versi Indonesia mengajak penonton untuk memaknai arti perjuangan, pengorbanan dan cinta kasih. Para tokoh di film ini diperankan oleh aktor anak-anak dan muda seperti Jared Ali, Humaira Jahra, Andri Mashadi hingga Faradina Mufti.
Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku bahwa film ini sangat personal baginya. Dia senang akhirnya MD Pictures mau membuat remakenya.
"Film ini sangat personal bagi saya. Dan saya sangat bahagia sekali, MD Pictures pada akhirnya membuat film yang hangat sekali," kata Hanung dalam Gala Priemere di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Acara gala premiere film Children of Heaven (2026). Foto: Rakhmad Hidayatulloh Permana/BeritaKlik |
Hanung mengatakan Children of Heaven masih terasa relevan sampai hari ini. Karena, hari ini masih banyak orang tua yang susah memberikan sepatu yang layak untuk anaknya.
"Dan meskipun ini film yang berkisah pada tahun 1988, bagaimana dulu dalam film aslinya yang dari Iran, namun ternyata masih relevan sampai hari ini. Di tengah situasi hari ini, serba digital, serba ada handphone," tuturnya.
"Tapi tetap persoalan sepatu, anak-anak susah mendapat sepatu. Dan bagaimana orang tua sangat susah untuk membahagiakan anak, meski hanya membelikan sepatu," lanjutnya.
Hanung yakin film ini bisa menjadi film lintas generasi. Children of Heaven akan terus mewakili anak-anak dari generasi yang berbeda.
"Makanya film ini seperti sebuah potret lintas generasi," ungkapnya.
Hanung dan para cast yang hadir mengajak keluarga Indonesia untuk menonton film ini pada 27 Mei nanti. Mereka yakin, film ini akan membuat penonton ikut hanyut dalam kisah haru Ali dan Zahra.
(rdp/ass)











































