Round Up

Supergirl Top 5 di Pre-sale Tiket, Kalah dari Thunderbolts* & Black Widow

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam trailer Supergirl (2026).
Foto: Dok. Warner Bros.
Jakarta - Film terbaru DC Studios, Supergirl, siap tayang di Amerika Serikat. Pre-sale tiket nonton di bioskop buat film superhero yang diperankan Milly Alcock itu sudah mulai dijual dan masuk daftar teratas film superhero lima tahun terakhir.

Portal Box Office melaporkan, performa angka pre-sale 24 jam pertama Supergirl lebih unggul dari The Marvels (2023). Tapi film debut Milly Alcock sebagai superhero DCU itu masih kalah dari dua film Marvel Studios.

Supergirl ada di peringkat #4 daftar film superhero dengan pre-sale tiket 24 jam pertama tertinggi di Amerika Serikat. Selama periode tersebut, 110 ribu tiket terjual untuk film arahan sutradara Craig Gillespie itu.

Kalau dibandingkan dengan Superman (2025) arahan James Gunn, angkanya terbilang jauh. Superman berhasil menjual 325 ribu tiket selama 24 jam pertama saja. Angka itu setara dengan USD 5 juta di box office, menjadikan film ini ada di posisi #1 dalam daftar.

Di atas Supergirl, ada Thunderbolts* (2025) yang berhasil menjual 160 ribu tiket nonton hari pertama. Lalu di atasnya lagi ada Black Widow (2021) dengan pendapatan USD 2,4 juta dari penjualan 175 ribu tiket pre-sale pada 24 jam pertama.

Supergirl baru dapat USD 1,75 juta dari pre-sale tiket saja. Dengan kurs rupiah yang lagi lemah sekarang ini, angkanya setara Rp 31,7 miliar.

Berdasarkan ritme pre-sale ini, analis industri memproyeksikan Supergirl akan meraup sekitar USD 55 juta atau Rp 998 miliar pada pekan pertama penayangannya. Keliatannya sih banyak ya, tapi menurut analis ini buruk.

Soalnya waktu The Flash (2023) tayang, angka opening weekend-nya juga sama persis. Berujung film tentang The Fastest Man Alive itu flop di box office dan bikin Warner Bros. rugi besar.

Tapi melihat visi James Gunn dan bagaimana DCU dibuka dengan fresh oleh Superman, kamu masih boleh berekspektasi tinggi ke Supergirl.

Supergirl dilaporkan menghabiskan anggaran produksi sekitar USD 170 juta hingga USD 175 juta, jauh lebih rendah dari The Flash yang mencapai USD 200 juta. Dengan asumsi biaya tersebut, Supergirl butuh sekitar USD 315 juta hingga USD 425 juta pemasukan global buat balik modal.

Film ini akan dirilis pada 24 Juni 2026 di Indonesia, dua hari lebih cepat dari penayangan di AS.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO