Alasan Jesse Eisenberg Tolak Jadi Mark Zuckerberg Lagi
Padahal, lewat peran ikonik tersebut di film The Social Network (2010), Eisenberg sempat sukses meraih nominasi Best Actor di ajang Oscar.
Sutradara sekaligus penulis skenario film tersebut, Aaron Sorkin, mengungkapkan bahwa ia sebenarnya sangat ingin Eisenberg kembali.
Sorkin bahkan menghabiskan waktu selama tiga hari penuh demi meyakinkan sang aktor agar mau bergabung lagi.
"Saya merasa peran itu adalah miliknya, dan dia jelas sudah teruji," ujar Sorkin. Namun, usaha tersebut berujung penolakan karena pandangan personal Eisenberg terhadap sosok Zuckerberg saat ini.
"Dia benar-benar tidak ingin disama-samakan lagi dengan Mark Zuckerberg. Dia punya masalah tersendiri dengan orang itu. Dia juga tidak suka jika ada anak-anak muda menghampirinya di bandara sambil menyodorkan kartu nama bertuliskan 'I'm CEO, bit*h' untuk dia tanda tangani," beber Sorkin kepada Vanity Fair.
Menariknya, ada cerita kebetulan di balik pergantian pemain ini yang terjadi di Pesta Oscar Vanity Fair tahun 2025. Di pesta itulah Sorkin pertama kali memberi tahu Eisenberg bahwa ia punya naskah baru yang ingin dibaca oleh sang aktor.
Uniknya, hanya berselang beberapa menit kemudian di pesta yang sama, Sorkin berpapasan dengan bintang serial Succession, Jeremy Strong.
Saat Strong bertanya tentang kesibukannya, Sorkin menceritakan soal naskah sekuel tersebut. Strong pun langsung memberikan kode keras bahwa jika Eisenberg tidak tertarik, ia siap mengambil peran tersebut.
Kini, peran Zuckerberg resmi jatuh ke tangan Jeremy Strong. Sorkin bahkan memuji totalitas Strong yang langsung menggunakan gaya bicara mirip Zuckerberg sejak hari pertama syuting dimulai.
Dalam wawancaranya tahun lalu dengan Today di BBC Radio 4, Eisenberg secara blak-blakan mengaku bahwa ia sudah tidak mau lagi mengikuti perkembangan hidup Zuckerberg.
"Saya tidak ingin menganggap diri saya dikaitkan dengan orang seperti itu," tegas Eisenberg.
Ia menjelaskan bahwa memerankan Zuckerberg memberikan beban moral tersendiri baginya di dunia nyata, berbeda dengan memerankan karakter fiksi atau atlet.
"Ini bukan seperti saya memerankan seorang pemain golf hebat, lalu orang-orang mengira saya adalah pemain golf hebat. Ini tentang seseorang yang melakukan hal-hal yang problematis-menghilangkan fitur fact-checking (pemeriksaan fakta) dan mengabaikan masalah keselamatan, yang akhirnya membuat orang-orang yang sudah terancam di dunia ini menjadi semakin terancam," tegasnya.
Berbeda dengan film pertamanya yang fokus pada awal mula berdirinya Facebook, The Social Reckoning akan menyoroti sisi gelap media sosial tersebut di masa kini.
Ceritanya diadaptasi dari kisah nyata investigasi The Wall Street Journal pada 2021 mengenai kasus pembocor data (whistleblower) Frances Haugen, yang membongkar bagaimana Facebook memprioritaskan keuntungan di atas kesehatan mental remaja serta keamanan pengguna.
Selain Jeremy Strong, film ini juga akan dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Mikey Madison (sebagai Frances Haugen), Jeremy Allen White, dan Bill Burr.
(ass/nu2)












































