Kerja Terus, Jennifer Lopez Pernah Mendadak Buta-Lumpuh di Lokasi Syuting
Artis yang akrab disapa J.Lo ini mengaku pernah mengalami insiden medis yang sangat menakutkan, di mana tubuhnya mendadak lumpuh dan matanya tidak bisa melihat akibat kelelahan ekstrem.
Kisah ini diungkapkan J.Lo saat menjadi bintang tamu dalam podcast SmartLess (via USA Today). Insiden tersebut terjadi pada tahun 2002 silam, tepat ketika ia tengah berada di lokasi syuting film thriller populernya, Enough.
Baca juga: Spider-Man Lawan Hulk: Ternyata Segede Ini! |
Aktris berusia 56 tahun ini mengenang bahwa saat itu ia benar-benar memporsir tubuhnya melampaui batas wajar. J.Lo mengungkapkan bahwa sebelum kolaps, ia telah bekerja selama 98 hari berturut-turut tanpa mengambil libur satu hari pun.
"Saat itu, saya rasa saya baru saja menyelesaikan syuting empat film berturut-turut. Di saat bersamaan, saya juga merekam album kedua saya, J.Lo, yang sukses besar. Jadwal saya sangat gila; saya syuting setiap hari dari pagi sampai malam, lalu lanjut masuk studio rekaman saat tengah malam. Belum lagi saat akhir pekan, saya harus menghadiri press junket, syuting video klip, dan banyak lagi," kenang J.Lo.
Sinyal bahaya dari tubuhnya mulai muncul ketika ia sedang bersiap di lokasi syuting Enough. J.Lo merasakan jantungnya berdegup sangat kencang dan tidak beraturan hingga membuatnya cemas.
Cuplikan adegan Jennifer Lopez di Enough (2002). Foto: Dok. Ist |
Ia bahkan sempat meminta maaf kepada aktris cilik yang memerankan anaknya di film tersebut karena merasa tubuhnya sangat lelah dan aneh.
Kondisinya memburuk dengan cepat saat ia kembali ke dalam trailer (mobil karavan) pribadinya untuk beristirahat.
"Begitu saya duduk, tiba-tiba saja pandangan saya gelap. Saya tidak bisa melihat dengan jelas, rasanya seperti ada sesuatu yang menutupi mata saya, dan anehnya saya sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuh," cerita J.Lo.
Dalam keadaan panik, ia memberi tahu asistennya bahwa ia mengalami kebutaan dan kelumpuhan mendadak. Sang asisten sempat mengira J.Lo hanya bercanda, sampai akhirnya menyadari situasi tersebut sangat serius. J.Lo kemudian langsung digendong oleh petugas keamanannya ke dalam mobil dan dilarikan ke rumah sakit.
Di rumah sakit, tim medis mendiagnosis J.Lo mengalami exhaustion atau kelelahan total akibat stres fisik dan mental yang luar biasa.
"Saya sempat bertanya kepada dokter, 'Apakah saya sudah gila?'. Dokter itu menjawab, 'Tidak, kamu tidak gila. Tubuhmu hanya melakukan shutdown (berhenti beroperasi) karena sudah terlalu lelah,'" ujarnya.
Insiden traumatis tersebut menjadi pelajaran berharga bagi sang diva. J.Lo menegaskan bahwa kini ia jauh lebih peduli dan menjaga kesehatan dirinya sendiri.
Gaya hidupnya berubah total, terutama setelah ia melewati fase refleksi diri untuk lebih fokus pada penyembuhan (healing) dan mencintai diri sendiri (self-love).
(ass/tia)













































