Masters of the Universe Loyo di Box Office, Tapi Mau Dibikin Sekuel
Sayangnya, kembalinya He-Man ke bioskop pada awal Juni ini tidak berjalan mulus dari segi finansial. Meskipun mendapat respons yang cukup positif dari para penonton di media sosial, film ini dilaporkan tampil mengecewakan dan terancam flop di box office.
Kendati demikian, para penggemar tampaknya belum perlu berkecil hati. Pihak studio dan sutradara mengisyaratkan bahwa peluang untuk kembali ke dunia Eternia melalui sebuah sekuel belum sepenuhnya tertutup.
Berdasarkan data laporan terbaru, film Masters of the Universe (2026) diperkirakan menelan biaya produksi yang sangat masif, yaitu sekitar USD 170 juta (sekitar Rp2,77 triliun). Ironisnya, sejauh ini film tersebut baru berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD 87,3 juta (sekitar Rp1,42 triliun) secara global-bahkan belum mampu menyentuh setengah dari modal produksinya.
Sebagai perbandingan di internal studio yang sama, Amazon MGM sebelumnya sukses besar lewat film Project Hail Mary yang rilis Maret lalu meskipun modalnya lebih besar (USD 200 juta), film tersebut sukses meraup pendapatan global hingga USD 680 juta. Beberapa faktor yang dinilai menjadi pemicu lesunya performa He-Man di bioskop antara lain:
Ulasan Kritikus yang Terbelah: Berbeda dengan penonton biasa yang mayoritas terhibur, penilaian dari para kritikus film profesional sangat bervariasi dan terpecah. Hal ini membuat calon penonton yang bimbang memilih menahan uang mereka.
Kalah Saing dengan Film Lain: Di periode yang sama, bioskop tengah diramaikan oleh film-film hits seperti Backrooms dan Obsession yang sukses secara ulasan maupun pendapatan.
Biasanya, film dengan performa sekecil ini akan langsung mematikan rencana waralaba. Namun, Masters of the Universe berada di posisi yang unik karena payung hukum produksinya berada di bawah raksasa digital, Amazon.
Kepala Distribusi Teatrikal Amazon MGM, Kevin Wilson, menyatakan bahwa performa pekan pembuka ini justru memvalidasi strategi distribusi holistik mereka.
Bagi Amazon, performa di bioskop hanyalah langkah awal. Nilai asli dari film ini adalah bagaimana ia bisa mendorong keterikatan penonton jangka panjang (long-term engagement) saat filmnya nanti masuk ke layanan streaming Amazon Prime Video.
Sutradara Travis Knight (Bumblebee) juga secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk kembali menyutradarai sekuel dan mengeksplorasi cerita Eternia lebih dalam. Walau begitu, ia tetap menyerahkan keputusan akhir kepada pasar.
"Jika dunia tidak menginginkannya, kami tidak akan menceritakannya," ungkap Knight kepada Variety.
Cerita film Masters of the Universe (2026) ini sebenarnya dirancang sebagai sebuah cerita mandiri (standalone) yang solid tentang He-Man, Adam, dan Teela. Namun, bagian akhir film memang sengaja menyisakan petunjuk kuat untuk sebuah sekuel.
Kini, waktu yang akan menjawab apakah performa digital di Prime Video nanti mampu menyelamatkan waralaba ini, ataukah para penggemar harus kembali menunggu selama 40 tahun ke depan untuk melihat He-Man di layar lebar lagi?
(ass/tia)












































