Heboh Klausul Anti-AI dalam Kontroversi Kontrak Pengisi Suara Peppa Pig

Asep Syaifullah
|
detikPop
Peppa Pig
Foto: Instagram@officialpeppa
Jakarta - Hubungan antara industri hiburan dan kecerdasan buatan (AI) kembali memanas. Kali ini, kontroversi melanda serial animasi anak populer Peppa Pig.

Pemilik waralaba tersebut, Hasbro, dilaporkan mendapat protes keras setelah meminta para pengisi suara anak-anak untuk menandatangani kontrak yang mengizinkan rekreasi suara mereka menggunakan teknologi AI.

Berdasarkan laporan dari Deadline, isu ini mencuat setelah Agents of Young Performers Association (AYPA)-sebuah asosiasi berbasis di Inggris yang mewakili para penampil anak-anak-merilis sebuah surat terbuka.

Dalam surat yang telah ditandatangani oleh hampir 1,000 aktor, agen talenta, dan orang tua tersebut, AYPA mengecam tindakan sebuah "studio besar" (yang diidentifikasi adalah Hasbro untuk proyek Peppa Pig) yang memaksa pengisi suara anak setuju terhadap klausul AI.

Klausul ini memberikan hak kepada studio untuk mereplikasi suara anak-anak tersebut dan menggunakannya di semua aset komersial dalam waralaba mereka secara tanpa batas.

Poin utama yang menjadi perdebatan dalam protes ini adalah masalah persetujuan (consent). AYPA menegaskan bahwa anak-anak belum memiliki kapasitas hukum untuk memberikan persetujuan yang sepenuhnya dipahami.

Selain itu, izin dari orang tua atau wali seharusnya tidak boleh dijadikan sebagai lisensi mutlak untuk menangani, mengkloning, melatih, atau menggunakan kembali suara anak secara permanen.

AYPA mendesak agar klausul "Non-AI" (Anti-AI) dijadikan sebagai standar wajib di semua kontrak kerja artis anak-anak. Terlebih di Inggris, anak-anak baru diperbolehkan bergabung dengan serikat pekerja akting (Equity) setelah menginjak usia 10 tahun.

Hal ini membuat orang tua dari aktor anak yang lebih muda sering kali tidak mendapatkan dukungan hukum atau panduan yang memadai saat dihadapkan pada kontrak yang merugikan tersebut.

"Hal ini bahkan seharusnya tidak perlu diperdebatkan," ujar ketua bersama AYPA, Sarah Macdonnell, yang mengelola Ardent Talent.

"Setiap agen berjuang agar klausul non-AI dicantumkan dalam setiap kontrak yang masuk, dan ini merupakan perjuangan yang sangat berat."

Ia melanjutkan: "Ini soal mencegah bagian dari identitas seorang anak diambil dan dimasukkan ke dalam sebuah sistem. Lalu, ke mana perginya identitas itu? Kendali apa yang kita miliki atas di mana dan bagaimana suara tersebut digunakan?"

Merespons surat terbuka tersebut, Hasbro mengakui keberadaan tuntutan dari asosiasi agen tersebut, namun mereka enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai proses negosiasi yang sedang berjalan.

"Hasbro menyadari adanya surat terbuka yang beredar mengenai klausul AI dalam kontrak kerja penampil anak-anak. Kami tidak dapat berkomentar mengenai negosiasi spesifik atau pengaturan kontraktual tertentu," ujar perwakilan Hasbro dalam pernyataan resminya.

Meski begitu, Hasbro menyatakan bahwa perlindungan terhadap artis anak merupakan bagian inti dari identitas perusahaan mereka. Mereka berjanji akan terus berkomitmen untuk menghadapi perkembangan standar industri AI ini dengan cara yang bertanggung jawab dan transparan.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO