Christopher Nolan Kritik Hollywood: Main Aman di Film Mainstream Gak Mempan

Asep Syaifullah
|
detikPop
Christopher Nolan wins the Oscar for Best Director for Oppenheimer during the Oscars show at the 96th Academy Awards in Hollywood, Los Angeles, California, U.S., March 10, 2024. REUTERS/Mike Blake
Foto: REUTERS/Mike Blake
Jakarta - Sutradara pemenang piala Oscar, Christopher Nolan, melayangkan kritik tajam terhadap arah industri perfilman Hollywood saat ini.

Dalam wawancara mendalam terbaru bersama The New York Times-yang kemudian ramai dikutip oleh berbagai media global termasuk Variety-sutradara di balik kesuksesan Oppenheimer dan The Dark Knight ini menegaskan bahwa strategi studio-studio besar yang hanya ingin "bermain aman" dalam memproduksi film arus utama (mainstream) justru sudah tidak lagi efektif untuk menarik minat penonton ke bioskop.

Nolan menilai bahwa industri saat ini sedang terjebak dalam ketakutan finansial yang berlebihan, sehingga mengorbankan kreativitas demi formula-formula yang dianggap "pasti laku".

Padahal, menurut pandangannya, penonton masa kini jauh lebih cerdas dan justru mendambakan sesuatu yang baru, segar, dan menantang.

Dalam argumennya, Nolan menekankan aspek sejarah perfilman dunia. Ia menyebutkan bahwa jika kita melihat ke belakang, film-film yang berhasil mencetak sejarah dan meraih kesuksesan finansial maupun kritikal yang luar biasa selalu lahir dari keberanian para kreatornya untuk melompat ke ketidakpastian.

"Jika Anda melihat sejarah perfilman, kegagalan terbesar di dunia arus utama sering kali terjadi saat orang-orang mencoba bermain aman," ujar Nolan.

Ia menambahkan bahwa ketergantungan industri pada sekuel, prekuel, atau adaptasi dengan formula yang kaku justru menjadi bumerang yang membuat penonton jenuh.

Bagi Nolan, risiko terbesar dalam pembuatan film saat ini bukanlah kegagalan eksperimen kreatif, melainkan ketakutan untuk mencoba hal baru itu sendiri.

Ia kemudian merefleksikan awal kariernya sendiri, tepatnya saat menggarap film thriller psikologis Memento (2000). Film tersebut dikenal luas karena struktur narasi alur mundurnya yang sangat rumit dan tidak konvensional.

"Saat kami membuat Memento, banyak orang yang skeptis dan menganggap film itu tidak akan bisa dipahami penonton, apalagi sukses di pasaran," kenang Nolan.

Namun, ia justru melihat kerumitan dan keunikan tersebut sebagai tameng terbesarnya. Keaslian (originality) dari konsep film itulah yang pada akhirnya membuat Memento menonjol di tengah lautan film Hollywood yang seragam dan berhasil melambungkan namanya.

Salah satu poin paling menarik yang disampaikan Nolan adalah pembelaannya terhadap penonton bioskop. Ia menolak anggapan bahwa penonton arus utama hanya menginginkan hiburan yang ringan dan mudah dicerna.

Menurutnya, penonton sangat siap-bahkan antusias-untuk menerima konsep cerita yang rumit dan menantang pemikiran mereka.

Hambatan terbesar, menurut Nolan, justru datang dari pihak "perantara" (intermediaries), yaitu para eksekutif studio film, distributor, dan penyandang dana yang mengontrol anggaran.

Seringkali, pihak-pihak inilah yang merasa ketakutan dan enggan memberikan lampu hijau (greenlight) kepada proyek-proyek yang tidak mengikuti formula pasar yang sudah ada.

Nolan berargumen bahwa ketakutan korporat inilah yang sering kali menyumbat inovasi di Hollywood, membuat lanskap perfilman menjadi monoton.

Pernyataan keras Nolan ini memicu diskusi hangat, terutama karena momentumnya bertepatan dengan persiapan perilisan karya blockbuster terbarunya yang sangat dinantikan, The Odyssey, yang dijadwalkan tayang pada Juli 2026.

Film yang diproduksi di bawah bendera Universal Pictures ini merupakan adaptasi dari kisah epik klasik Yunani kuno karya Homer.

Proyek ini tidak main-main; dengan anggaran fantastis mencapai 250 juta dolar AS (sekitar Rp4 triliun) dan mengantongi rating R (Dewasa), Nolan membawa skala produksi yang masif ke layar lebar.

Tidak hanya itu, film ini juga bertabur bintang papan atas Hollywood seperti Matt Damon, Tom Holland, dan Zendaya. Meski begitu, proyek ini sempat mengundang skeptisisme dari beberapa kritikus film.

Nolan sempat disindir karena ia dinilai "bermain aman" dengan cara memilih materi sumber yang sudah berusia ribuan tahun dan menggunakan deretan aktor paling populer serta memiliki basis penggemar terbesar saat ini di dunia.

Menanggapi kritik tersebut, Nolan dengan tegas membantah bahwa The Odyssey adalah proyek yang aman.

Baginya, menggelontorkan dana sebesar seperempat miliar dolar untuk film adaptasi sastra klasik berating Dewasa-di tengah era di mana bioskop didominasi oleh film pahlawan super dan waralaba ramah keluarga-adalah sebuah bentuk risiko kreatif yang sangat nyata dan masif di lanskap Hollywood modern saat ini.

Nolan tetap optimistis bahwa dedikasinya untuk menyajikan penuturan cerita yang ambisius, sinematik, dan megah secara visual akan kembali membuktikan bahwa formula orisinalitas dan keberanian kreatif adalah apa yang sebenarnya dicari oleh pencinta sinema dunia.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO