Merah Buktikan Taringnya di Gelombang Lokal 2026

Dicky Ardian
|
detikPop
Merah Band
Foto: Merah
Jakarta - Lokal 2026 sukses menjadi ruang bertemunya karya, komunitas, dan para pelaku industri kreatif di Kota Malang. Digelar di FBN Artisantz Coffee & Eatery, acara ini menghadirkan musisi lokal seperti Bluewaves dan Eastcape, serta band nasional Rumah Sakit.

Salah satu sorotan datang dari Merah, band alternative rock asal Malang yang berhasil masuk jajaran Top 3 Band Submission Gelombang Lokal 2026 bersama Monkey Rude Band dan Silly Fragments.

Dalam penampilannya, Merah membawakan lagu Bara, sebuah karya yang lahir dari keresahan tentang perjalanan hidup yang semakin kompleks seiring bertambahnya usia. Lagu tersebut mengajak pendengar untuk tetap berani menghadapi berbagai tantangan hidup meski harus berjalan sendirian.

"Perasaan kami sangat senang, memorable. Ini salah satu panggung terbaik Merah. Panitia yang kompeten, rundown yang tepat waktu, acara yang menarik karena tidak hanya menampilkan perform musik tetapi juga ada talkshow bersama kurator dan narasumber yang memberikan insight baru tentang industri musik," ujar Juang Pratama, vokalis dan bassist Merah.

Energi positif juga dirasakan Merah dari antusiasme penonton yang hadir sepanjang acara.

"Audience Gelombang Lokal gokil semua. Mereka datang benar-benar untuk menikmati musik. Bisa dilihat dari bagaimana mereka memperhatikan dan menikmati setiap performer yang tampil. Support mereka juga luar biasa, tidak peduli band lama atau band baru," ungkap Tutus Thomson, vokalis dan drummer Merah.

Tak hanya menghadirkan pertunjukan musik, Gelombang Lokal 2026 juga menyuguhkan berbagai program kreatif seperti Talkshow with Curator dan Zine Showcase yang mempertemukan musisi, kreator, komunitas, hingga penikmat musik dalam satu ekosistem.

Bagi Yoshua Maringka, vokalis dan gitaris Merah, acara seperti Gelombang Lokal memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan musik independen di Malang.

"Penting banget. Gelombang Lokal memberikan wadah bagi musisi dan band untuk menunjukkan karya mereka, mendapatkan pendengar yang lebih luas, serta membuka peluang untuk berkembang lebih jauh. Selain itu, acara seperti ini juga memberikan pengalaman yang sangat berkesan bagi para pengisi acara," ungkap Yoshua Maringka.

Merah juga membagikan pesan kepada musisi lokal agar terus berkarya dengan jujur dan tidak takut bereksperimen.

"Terus jalan, jujur dalam berkarya, dan jangan takut berkolaborasi dengan media lain seperti video, fotografi, atau seni visual. Perbanyak jam terbang dan jangan ragu untuk mengikuti program seperti Gelombang Lokal sebagai wadah berekspresi," ungkap Tutus Thomson.

Di tengah momentum tersebut, Merah juga tengah memperkenalkan EP terbaru mereka bertajuk UTARA. Melalui rilisan ini, mereka ingin menghadirkan semangat dan harapan bagi siapa saja yang sedang berjuang menghadapi berbagai persoalan hidup.

Menutup perjalanannya di Gelombang Lokal 2026, Merah berharap acara ini terus berkembang dan melahirkan lebih banyak talenta baru dari Malang.

"Terima kasih Gelombang Lokal. Tetap membawa semangat positif untuk perkembangan industri musik. Karena dengan adanya Gelombang Lokal, akan banyak lahir musisi dan band baru yang mungkin akan membuat kita berkata, 'Wow!' saat menontonnya," ujar Juang Pratama.


(dar/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO