Round-Up
Ikang Fawzi Pasang Badan untuk Chiki Fawzi yang Dicopot Jadi Petugas Haji
Pembatalan yang diduga berkaitan dengan sikap kritis Chiki di media sosial ini memicu reaksi dari sang ayah. Ikang Fawzi tak tinggal diam melihat putrinya diperlakukan secara tidak bijaksana.
Ikang Fawzi secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya tidak hanya sedih, tetapi merasa tersinggung. Ia menilai keputusan mencopot Chiki setelah melalui proses panjang adalah tindakan yang tidak profesional dan tidak bijaksana.
"Ya, bukan sedih, saya tersinggung. Saya juga ini... tapi saya pikir ya itu urusan ya lo punya gawean ya, terus terserah lu lah. Lu mau tidak bijaksana itu urusan lu gitu kan," kata Ikang Fawzi saat ditemui di Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin.
Meskipun sikap kritis putri bungsunya diduga menjadi pemicu pembatalan tersebut, Ikang Fawzi justru menegaskan dukungannya. Baginya, sifat kritis adalah kualitas yang wajib dimiliki anak muda jika ingin memiliki masa depan yang cerah.
"Intinya adalah, aku sangat senang sekali mempunyai anak-anak yang kritis dan bertanggung jawab. Karena anak muda tuh harus kritis dan bertanggung jawab, karena masa depan milik mereka. Masa depan itu nggak gratis, mereka harus merebut masa depan mereka sendiri," tegas Ikang Fawzi.
Di balik kekecewaan tersebut, Ikang Fawzi merasa tenang karena kedewasaan yang ditunjukkan putrinya. Chiki Fawzi sendiri yang meyakinkan ayahnya jika ia batal berangkat, itu artinya Allah belum memberikan izin atau ada perlindungan dari hal yang tidak baik ke depannya.
"Satu hal yang aku mendapatkan dari anakku itu adalah, 'Ayah, Kiki bisa naik haji itu semuanya atas izin Allah'. Itu artinya segalanya. Berarti kalau sekarang tidak (jadi berangkat), ya tidak diizinkan, mungkin tidak baik nantinya gitu loh," terang Ikang Fawzi.
Pelantun lagu Preman itu memilih cara sederhana untuk menenangkan hati sang buah hati. Melalui momen makan bersama, ia ingin menunjukkan bahwa keluarga akan selalu menjadi tempat pulang paling aman bagi Chiki Fawzi.
"Kemarin sempat makan bakso bareng," beber Ikang Fawzi.
Bagi Ikang Fawzi, kejadian ini justru menjadi ujian untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga. Ia percaya keluarga yang solid adalah fondasi bagi masyarakat yang sehat, tak peduli seberapa keras gangguan dari luar.
"Keluarga itu akan semakin kompak, semakin solid. Karena biar gimanapun, keluarga yang solid itulah yang bisa membuahkan suatu masyarakat yang sehat ke depannya," pungkas Ikang Fawzi.
(ahs/ass)












































