Tips Antigalau Ala Jennifer Lopez: Party Lah!
Setelah kabar perpisahannya dengan Ben Affleck kembali menjadi sorotan publik, diva yang akrab disapa J.Lo ini membagikan kiat uniknya untuk bangkit dari kesedihan akibat putus cinta, yakni berpesta.
Bukan sekadar bersenang-senang tanpa arah, J.Lo menekankan bahwa mengelilingi diri dengan energi positif adalah kunci utama untuk menyembuhkan luka hati.
Alih-alih mengurung diri di kamar, J.Lo menyarankan siapa pun yang sedang mengalami patah hati untuk mengumpulkan teman-teman terdekat dan membuat sebuah perayaan.
Menurutnya, momentum ini harus dilihat sebagai awal dari babak baru yang segar, bukan akhir dari segalanya.
"Ya party aja," ujarnya memberikan saran.
Bagi J.Lo, kehadiran sahabat, musik, dan suasana yang ceria bisa menjadi terapi terbaik untuk mengembalikan rasa percaya diri dan kebahagiaan yang sempat hilang setelah hubungan asmara kandas.
Di balik saran untuk berpesta, J.Lo sebenarnya ingin menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya self-love (mencintai diri sendiri) dan mengapresiasi support system yang dimiliki.
Melalui momen berkumpul bersama orang-orang tercinta, seseorang bisa diingatkan kembali bahwa mereka tetap berharga dan dicintai, terlepas dari status hubungan mereka.
Saran ini pun seolah mencerminkan bagaimana J.Lo menghadapi dinamika kehidupan pribadinya sendiri. Alih-alih tenggelam dalam drama atau spekulasi media, ia memilih untuk tetap sibuk berkarya, berkumpul bersama keluarga, dan memancarkan energi positif ke luar.
Penyanyi lagu "All I Had" itu menegaskan kembali pandangan optimisnya seraya menambahkan, "Jika kamulah yang mengalami patah hati, kamulah pemenangnya. Sebab, jika kamu menjalani hidup dengan mematahkan hati orang lain-katakanlah begitu-kamu adalah pecundang."
Meski demikian, Lopez mengakui, "Aku pernah berada di kedua posisi itu. Kita semua pernah melakukannya. Namun, jika kamu adalah tipe orang seperti itu, kamu tidak akan pernah belajar apa pun."
Penampil Super Bowl itu pun mengungkapkan alasan mengapa ia merasa bahwa keputusan untuk mengakhiri suatu hubungan pada akhirnya dapat membawa perubahan positif.
"Saya merasa bahwa lonjakan pertumbuhan terbesar yang saya alami-baik secara emosional, mental, maupun psikologis-selalu bermula dari patah hati," jelas Lopez.
"Dan itu tidak hanya berlaku untuk hubungan asmara, tetapi juga kekecewaan mendalam dalam pekerjaan; semuanya mencakup hal itu."
(ass/pus)

