Munculnya nama Fahmi dalam kasus pembunuhan Brigadir J membuat para penasihat ahli kecewa. Ternyata Fahmi tahu peristiwa pembunuhan itu sejak hari pertama.
Jaksa menyebut bentuk koperasi simpan pinjam hanya jadi tameng untuk mencuci uang di kasus Indosurya. Hal itu diperkuat dari peryataan direktur KSP Indosurya.