Banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Sulawesi Barat (Sulbar). Bencana ini mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut, akses jalan terputus hingga ibu hamil dievakuasi.
Salah satu wilayah yang diterjang banjir dan longsor yakni Desa Pamulukang, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Bencana tersebut terjadi pada Selasa (11/10) sekitar pukul 15.30 Wita.
Akibatnya 7 rumah warga terendam banjir. Selain itu, ada pula satu rumah lainnya yang hanyut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan deras kemudian longsor yang membuat sungai tertimbun sehingga meluap ke perkampungan," kata Kepala Desa Pamulukung Jasmin saat dikonfirmasi, Selasa (11/10/2022).
Jasmin menuturkan ada empat titik longsor di gunung Tanete Kuo. Material longsor kemudian menutupi aliran sungai desa dan menyebabkan banjir hingga satu rumah hanyut.
"Air sungai meluap karena tertutup longsor. Akibatnya banjir di rumah warga sekitar 1 meteran. Satu rumah hanyut kena longsor dan terbawa aliran sungai, sementara 7 rumah warga terendam banjir," ujarnya.
Saat ini pihak desa telah meminta bantuan BPBD Mamuju. Jasmin juga telah meminta warganya untuk mengungsi sementara waktu.
"Sudah minta BPBD dan Basarnas juga (membantu). Ini saya suruh dulu warga mengungsi, saya sementara mendata untuk warga terdampak, belum semua karena masih hujan dan banjir," imbuhnya.
Jasmin menuturkan sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam bencana longsor dan banjir tersebut. Namun ia mengaku beberapa ternak warga ikut hanyut terbawa aliran sungai.
"Tidak ada ji korban jiwa. Ada ternak sapinya warga tadi sekitar 5 ekor terbawa aliran sungai. Warga sementara waspada sekarang jangan sampai air sungai semakin meluap karena tertutup longsor," jelasnya.
Listrik Padam Akibat Terjangan Banjir Bandang
Banjir bandang juga menerjang empat Lingkungan dan satu desa di Kecamatan Kalukku, Mamuju. Akibatnya, arus lalu lintas terputus dan listrik padam.
"Lampu mati kesulitan warga di lokasi semua amankan barang-barang. Tidak bisa kirim foto juga, telepon biasa sulit ini putus-putus," tutur Kapolsek Kalukku Iptu Jutson saat dimintai konfirmasi, Selasa (11/10).
Adapun 4 lingkungan terkena terjangan banjir diantaranya Lingkungan Sinyonyoi, Pure, Lombang-lombang dan Sampoang. Sementara satu desa yang terendam yakni Desa Pamulukang.
"Ini masih laporan dari Babinsa ada 4 lingkungan dan satu desa terdampak banjir," paparnya.
Saat ini, akses jalan Mamuju-Kalukku terputus karena genangan banjir. Ketinggian air sudah mencapai satu meter.
"Ketinggian air sudah satu meter lebih di jalan poros Kalukku menuju Kota Mamuju. Ada banyak rumah warga terendam," kata Jutson.
Hingga saat ini belum ada laporan terkait korban jiwa dan jumlah rumah yang kebanjiran. Namun warga setempat mulai mengungsi.
"Masih di lokasi mendata, kesulitan karena listrik mati. Jadi belum ada data masuk. Beberapa warga juga sudah mengungsi," ungkapnya.
Selanjutnya longsor di poros Mamuju-Majene...
Longsor di Poros Mamuju-Majene
Bencana longsor juga menimpa salah satu titik di Jalan Poros Mamuju-Majene. Longsor mengakibatkan arus lalu lintas (lalin) di lokasi sempat lumpuh total.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Desa Lalatedzong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Longsor terjadi pada sekitar pukul 14.00 Wita.
"Hujan deras dari pagi jadi tebing di jalan poros itu longsor," kata Kepala BPBD Majene Ilhamsyah saat dikonfirmasi, Selasa (11/10).
Akibatnya, badan jalan sepenuhnya tertutupi material longsor dan menyebabkan antrean kendaraan dari arah Mamuju ke Majene dan sebaliknya. Saat ini warga masih memarkir kendaraannya di sisi bahu jalan.
"Jadi kendaraan dari arah Mamuju dan Majene berhenti dulu karena memang tidak bisa dilalui. Apalagi itu satu-satunya akses jalan," ungkapnya.
Ilhamsyah mengaku saat ini alat berat sudah diturunkan untuk membersihkan material longsor sudah yang menutupi jalan. Namun pembersihan material longsor menyulitkan di tengah hujan deras.
"Alat berat dari UPTD Bina Marga menuju titik longsor. Cuma masih hujan di sana jadi kita tunggu reda jangan sampai ada longsor susulan," jelas Ilhamsyah.
Insiden tersebut dikatakan tidak menimbulkan korban jiwa. Ilhamsyah memperkirakan pembersihan material longsor akan memakan waktu cukup lama.
"Laporan belum ada (korban). cuman pasti lama dibersihkan itu," imbuhnya.
Ibu Hamil Dievakuasi
Terjebak macet akibat longsor di Jalan Poros Majene-Mamuju, seorang wanita hamil dievakuasi lantaran hendak melahirkan. Wanita tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.
"Alhamdulillah kami dapat mengevakuasi yang bersangkutan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Majene," kata Wakapolres Majene Kompol Syaiful Isnaini dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (11/10/2022).
Isnaini menjelaskan wanita tersebut hendak melahirkan saat terjebak macet saat arus lalu lintas lumpuh karena jalan tertutup material longsor. Petugas pun mengevakuasi wanita tersebut ke RSUD Majene untuk mendapatkan pertolongan.
"Dalam kejadian tersebut seorang wanita yang hendak melahirkan terjebak di lokasi kejadian dan langsung kami evakuasi agar dapat segera mendapat pertolongan medis," tandasnya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
Material Longsor Berhasil Diatasi-Lalu Lintas Pulih
Material longsor di Jalan Poros Majene-Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil dibersihkan. Arus lalu lintas (lalin) yang sebelumnya lumpuh mulai pulih.
Namun, baru setengah jalan yang berhasil dibersihkan. Pembersihan material longsor pada sebagian badan jalan tersebut memakan waktu hingga 2 jam.
"Sudah dibersihkan material longsor dan bisa dilalui kendaraan," kata Kepala BPBD Majene Ilhamsyah saat dikonfirmasi, Selasa (11/10).
"Tadi (pembersihan) dimulai dari 17.30 Wita sampai 19.30 Wita. Cuman baru setengah jalan yang dibersihkan jadi gantian kendaraan melintas," imbuhnya.
Ilhamsyah menambahkan sebanyak 2 alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor tersebut. Saat ini pihaknya masih berada di lokasi untuk membersihkan sisa material longsor.
"2 eskavator tadi yang bersihkan. Anggota masih di lokasi untuk atur kendaraan juga sama tunggu pembersihan lanjutan," tutur Ilhamsyah.
Dia juga meminta agar warga yang melintas untuk berhati-hati. Pasalnya wilayah tersebut rawan longsor saat terjadi hujan.
"Wilayah tersebut memang rawan longsor jadi warga harus hati-hati melintas," imbuhnya.
