5 Anggota OPM di Puncak Papua Tengah Berikrar Kembali Gabung NKRI

5 Anggota OPM di Puncak Papua Tengah Berikrar Kembali Gabung NKRI

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 05 Jan 2026 20:02 WIB
Lima anggota OPM di Papua, menyerahkan diri dan berikrar setia kembali ke NKRI. Ini simbol rekonsiliasi dan dukungan masyarakat terhadap perdamaian.
Foto: Lima anggota OPM di Papua, menyerahkan diri dan berikrar setia kembali ke NKRI. (dok. istimewa)
Puncak -

Sebanyak 5 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menyerahkan diri dan berikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka merupakan anggota kelompok pimpinan Joni Botak.

"Lima orang anggota pimpinan Joni Botak menyatakan ikrar setia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Komandan Satgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi dalam keterangannya, Senin (5/1/2025).

Kelimanya menyerahkan diri secara sukarela di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Puncak pada Minggu (4/1). Kelimanya masing-masing bernama Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan bentuk dukungan penuh masyarakat adat terhadap langkah damai tersebut. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan humanis yang dijalankan prajurit TNI melalui pembinaan teritorial secara konsisten," kata Muhammad Nurul.

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan pendekatan tersebut diwujudkan lewat berbagai program sosial, antara lain Rosita (borong hasil tani), Pastor (pelayanan kesehatan door to door), banau berbagi Jumat, serta sejumlah kegiatan kemasyarakatan lainnya.

"Melalui program tersebut, TNI membangun komunikasi intensif dan kepercayaan masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat," bebernya.

Dia menambahkan bahwa prosesi tersebut menjadi simbol rekonsiliasi dan awal proses reintegrasi sosial bagi mantan anggota OPM. Pembacaan ikrar bukanlah akhir, melainkan awal dari pendampingan berkelanjutan.

"Kami menjamin keamanan mereka serta mendorong agar dapat mengakses program pemberdayaan pemerintah untuk membangun kehidupan baru yang lebih bermartabat," pungkasnya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads