Pemkab Sitaro Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari Usai Banjir Bandang

Sulawesi Utara

Pemkab Sitaro Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari Usai Banjir Bandang

Fistel Arlando Mukuan - detikSulsel
Senin, 05 Jan 2026 22:15 WIB
BPBD Sitaro memperbaharui data banjir bandang: 13 meninggal, 18 luka-luka, 3 hilang. Curah hujan tinggi picu bencana, akses jalan dan fasilitas umum rusak.
Foto: BPBD Sitaro memperbaharui data banjir bandang: 13 meninggal, 18 luka-luka, 3 hilang. (dok. istimewa)
Kepulauan Sitaro -

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Pemkab Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi usai banjir bandang menerjang 4 kecamatan selama 14 hari ke depan. Keputusan ini menyusul dampak banjir yang menewaskan 13 orang dan merusak fasilitas umum.

"Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro," kata Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit dalam surat edarannya, Senin (5/1/2026).

Status tanggap darurat ini berlaku 14 hari yang dimulai pada 5 Januari hingga 18 Januari 2026. Empat kecamatan terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penanganan status tanggap darurat Hidrometeorologi yang berlangsung selama 14 (hari), terhitung mulai tanggal 5 Januari 2026 sampai dengan tanggal 18 Januari 2026," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 Wita. BPBD Kepulauan Sitaro mencatat 13 orang tewas, 18 lainnya luka-luka dan 3 masih dalam pencarian.

"13 orang meninggal, 3 hilang dan 18 luka-luka," ungkap Kepala BPBD Kepulauan Sitaro, Joickson Sagune dalam keterangannya diterima BeritaKlik, Senin (5/1) malam.

Joickson mengatakan banjir bandang dipicu curah hujan yang tinggi. Selain korban jiwa, sejumlah akses jalan terputus dan fasilitas umum rusak parah.

"Curah Hujan tinggi sehingga pada beberapa lokasi terjadi bencana banjir bandang yang mengakibatkan adanya korban jiwa, bangunan rumah dan akses jalan tertimbun material," katanya.




(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads