Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Warga sempat mendengar suara ledakan dari arah lokasi diduga pesawat itu hilang.
Warga Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Muhammad Idrus (45) mengatakan, awalnya mendengar suara ledakan yang tidak biasa. Dia mendengar suara itu sekitar siang hari atau setelah salat Zuhur dari arah Gunung Bulusaraung.
"Ada kedengaran, kayak petir tapi beda suaranya dengan petir, kayak meledak begitu," kata Idrus kepada detikSulsel, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Arah sini (menunjuk Bulusaraung), karena kan biasanya sebelumnya itu ada ledakan tapi Bosowa punya, ada kedengarannya itu, kalo Bosowa dari rumah saya kedengaran samping (menunjuk arah berbeda). Kalau ini dari arah agak (arah Bulusaraung), sekitar itu," tambahnya.
Idrus awalnya tidak menyadari jika itu suara ledakan dari pesawat yang hilang kontak. Dia baru mengetahuinya setelah membaca berita di Handphonenya.
"Tadinya saya belum tau kalau ada pesawat, tapi karena ada yang berita saya dengar di HP, teman-teman ada grup bahwa ada sekitar wilayah Leang-leang pesawat hilang kontak. Akhirnya saya dengar berpikir jangan-jangan yang meledak tadi," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 Wita. Pesawat tersebut dilaporkan disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Kami menerima info dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 lost contact milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP," ungkap Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar kepada wartawan.
Pesawat ini diketahui membawa 11 orang. Mereka terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang.
(ata/sar)
