Heli Caracal TNI AU Cek Titik Api Diduga Bekas Ledakan Pesawat ATR di Maros

Heli Caracal TNI AU Cek Titik Api Diduga Bekas Ledakan Pesawat ATR di Maros

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Sabtu, 17 Jan 2026 18:13 WIB
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Foto: Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. (Reinhard/detikSulsel)
Maros -

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga jatuh di daerah pegunungan. Helikopter Caracal TNI AU pun dikerahkan untuk memastikan adanya temuan titik api diduga bekas ledakan pesawat.

"Kita sudah mengeluarkan tim dari TNI AU yaitu tim Heli Carakal. Tadi sepertinya sudah bisa memonitor bahwa di daerah Gunung Lapihao, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros itu sudah melihat adanya api," kata Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).

Bangun melanjutkan hal ini turut diperkuat dengan kesaksian dari masyarakat yang mendengar adanya suara ledakan. Warga setempat juga merekam dari jarak jauh adanya tanda api di sekitar pegunungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Inilah yang sedang dipastikan (pesawat diduga jatuh). Tetapi kecurigaan kita karena di situ kan hutan lebat, tetapi ada titik api yang cukup besar. Kemungkinan besarnya itu (jatuh)," paparnya.

Bangun menegaskan pihaknya sudah menurunkan personel TNI untuk melakukan pengecekan via jalur darat. Pencarian jalur darat ini mendukung upaya pemantauan udara melalui Helikopter Caracal TNI AU.

ADVERTISEMENT

"Sepertinya seperti itu (pesawat meledak), tapi kita akan pastikan dulu sampai tim darat maupun heli caracal ini bisa memastikan apakah itu exact location-nya ataupun bukan," tambah Bangun.

Dia menambahkan, pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil monitoring helikopter caracal. Bangun memastikan seluruh personel gabungan terus bergerak melakukan pencarian dan persiapan melakukan evakuasi.

"Untuk Kodam kita sudah siapkan 5 SSK itu lengkap mulai dari tim kesehatan, komunikasi kemudian bahkan tim topografi. Kita nanti akan banyak menggerakkan drone-drone dalam rangka pencarian ini," paparnya.

"Kemudian yang kedua dari Kostrad ada 3 SSK itu, kemudian dari Lanud ada sekitar 60 kemudian dari Paskhas sekitar 25-30, kemudian jajaran Basarnas juga sudah bergerak dibantu masyarakat," tambah Bangun.

Sebelumnya diberitakan, pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut hilang kontak pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 Wita. Pesawat tersebut dilaporkan disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Kami menerima info dari AirNav Makassar bahwa telah terjadi satu pesawat jenis ATR 400 lost contact milik IAT yang dioperasikan atau disewa oleh KKP," ungkap Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar kepada wartawan.




(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads