Tim SAR Diminta Lacak Posisi Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Diduga Masih Aktif

Tim SAR Diminta Lacak Posisi Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Diduga Masih Aktif

Sahrul Alim - detikSulsel
Senin, 19 Jan 2026 13:14 WIB
Lokasi penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Dokumen Istimewa
Foto: Lokasi penemuan serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Dokumen Istimewa
Pangkep -

Tim SAR diminta segera melacak keberadaan jam tangan pintar atau smartwatch milik Kopilot Pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan yang terdeteksi masih aktif usai jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihak keluarga menduga adanya aktivitas Farhan berdasarkan pergerakan langkah kaki yang terdeteksi melalui smartwatch korban.

Dugaan adanya aktivitas Farhan dari smartwatch yang masih aktif itu disampaikan Pitri Keandedes Hasibuan (30) berdasarkan informasi dari adiknya, Dian Muliana Hasibuan. Adik Pitri merupakan pacar Farhan Gunawan yang telah menjalin hubungan selama 5 tahun terakhir.

"Kami berharap tim SAR-nya Basarnas semua makin banyak. Terus yang punya kedudukan tinggi di sana juga mau bantu turunkan helikopter atau apapun itu," kata Pitri kepada detikSulsel, Senin (19/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat yang ditumpangi Farhan jatuh di Gunung Bulusaraung Pangkep pada Sabtu (17/1). Pada hari yang sama sejak Farhan hilang kontak, adik Pitri kemudian berangkat ke Makassar dan ikut dalam operasi pencarian SAR.

"Jadi, ya habis itu sorenya dia (Dian) langsung berangkat ke Makassar. Nah mereka (bersama Basarnas) langsung sama-sama cari ke puncak tempat jatuhnya pesawat itu. Mau ketahui lokasi titiknya," kata Pitri.

ADVERTISEMENT

Belakangan ponsel Farhan disebut berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Dari ponsel tersebut terdeteksi adanya aktivitas langkah kaki melalui smartwatch yang dikenakan Farhan.

"Itu terhubung ke salah satu bendanya (ponsel) si Farhan, karena tanggal 18 itu kan ada yang ditemukan, ada benda Farhan yang ditemukanlah. Jadi dari benda itu bisalah dicek kalau ada pergerakan dari langkah si Farhan," jelasnya.

"Kalau misalnya jam tangannya masih hidup, bergerak gitu kan, terhubung sama benda dia yang didapat sama tim. Jadi kan kemungkinan dia masih hidup," tambah Fitri.

Pitri berharap pencarian ditingkatkan baik darat maupun dengan mengerahkan helikopter mencari keberadaan Farhan. Apalagi, kata dia, saat ini sudah memasuki hari ketiga pencarian korban.

"Maksud keluarga itu apa nggak bisa ya langsung diturunin helikopter atau apa yang bisa untuk tahu titik lokasi kejadian gitu karena ini hari ketiga dia (hilang)," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkap sebanyak 1.200 personel gabungan dikerahkan dalam operasi SAR jatuhnya pesawat ATR 42-500. Operasi SAR difokuskan melalui pencarian udara.

"Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan sarana udara, karena jarak tempuh dari lokasi menuju ke bandara, sangat dekat," kata Syafii kepada wartawan di Posko SAR, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (19/1).

Hingga saat ini, satu korban berjenis kelamin pria telah ditemukan dan sementara proses evakuasi. Sejumlah serpihan pesawat juga telah diamankan.

"Dari tim di lapangan memang telah menemukan korban, namun karena kondisi cuaca dan medan yang ada, evakuasi ini belum bisa kita sampai di mana rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Polri sebagai tim DVI," jelasnya.




(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads