Keluarga 3 Kru ATR 42-500 Jalani Tes Antemortem di Posko DVI Polda Sulsel

Keluarga 3 Kru ATR 42-500 Jalani Tes Antemortem di Posko DVI Polda Sulsel

Nurul Hidayah - detikSulsel
Senin, 19 Jan 2026 18:28 WIB
Keluarga kru pesawat ATR 42-500 menjalani tes antemortem dan DNA di Biddokkes Polda Sulsel.
Keluarga kru pesawat ATR 42-500 menjalani tes antemortem dan DNA di Biddokkes Polda Sulsel. Foto: (Nurul Hidayah/detikSulsel)
Makassar -

Sejumlah keluarga kru Pesawat ATR 42-500 mendatangi Posko Antemortem Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka diketahui merupakan keluarga Pilot Andy Dahananto, Ester Lolita, dan Restu Adi.

Pantauan detikSulsel di lokasi, Senin (19/1/2026), keluarga yang datang merupakan ayah dari Restu Adi yang tiba sekitar pukul 17.13 Wita. Ia terlihat mengenakan baju berwarna cokelat dan topi hitam.

Dia tiba didampingi pihak psikolog kepolisian dan pihak maskapai Indonesia Air Transport (IAT). Tampak keluarga langsung melakukan pengambilan data diri bersama pihak tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah Restu terlihat menyampaikan beberapa informasi data dirinya untuk keperluan formulir antemortem. Pihak DVI juga tampak melakukan foto copy KTP ayah korban.

Pihak DVI kemudian melanjutkan proses pengumpulan data diri korban. Dokter terlihat menanyakan ciri fisik korban termasuk bentuk rambut korban Restu.

ADVERTISEMENT

Ayah korban juga tampak tersenyum tulus sembari menjawab seluruh pertanyaan dokter. Ia terlihat menunjukkan foto sembari memperjelas ciri fisik korban seperti tanda lahir dan riwayat medis korban.

Pihak DVI juga membantu ayah Restu melakukan panggilan telepon kepada keluarga lainnya untuk memastikan informasi dan meminta sejumlah berkas yang dibutuhkan DVI. Pihak DVI terlihat menanyakan ciri fisik khusus yang dimiliki korban melalui telepon. Setelah pendataan selesai, ayah korban melakukan pengambilan sampel DNA.

Sementara itu keluarga korban pilot Andy Dahanto dan kru Ester Lolita tampak tiba di lokasi sekitar pukul 17.28 Wita. Keluarga yang datang yaitu ayah dari Ester dan anak kandung Andy.

Ayah Ester datang mengenakan kaos putih berkerah warna maroon dan anak pilot Andy tampak mengenakan kemeja biru bercorak daun-daun serta mengenakan topi. Mereka juga langsung menghampiri pihak DVI Polda Sulsel untuk memberikan data antemortem korban.

Ayah Ester dimintai data diri dan beberapa pertanyaan terkait ciri fisik korban. Tak berselang lama ia diminta menunggu untuk pengambilan sampel DNA.

Pendataan kemudian dilanjutkan ke anak dari Andy. Ia tampak mengisi formulir secara mandiri sembari sesekali tersenyum saat ditanya oleh tim DVI Polda Sulsel. Dia juga menjawab seluruh pertanyaan terkait ciri fisik khusus yang dimiliki ayahnya dan sempat melakukan panggilan telepon kepada keluarga lain untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Setelah melengkapi data diri korban, pihak DVI terlihat melakukan pengambilan sampel DNA dari anak pilot Andy dan ayah Ester. Tim DVI melakukan pengambilan sampel air liur dan darah untuk keperluan identifikasi korban.

"Keluarga dari pilot, anaknya (yang datang). Yang lain itu bapak dari Restu, kemudian yang baju putih itu bapaknya Ester tadi malam kan adiknya," kata petugas Biddokkes Polda Sulsel.

Seluruh keluarga korban yang menjalani pemeriksaan sore ini merupakan kru pesawat. Mereka menjalankan pemeriksaan antemortem dan pengambilan sampel DNA untuk identifikasi korban.

Saat ini seluruh data antemortem dan DNA keluarga telah di kumpulkan oleh tim DVI Polda Sulsel. Tim DVI kemudian akan fokus melakukan postmortem jika korban yang ditemukan telah diserahkan ke pihak DVI di Rumah Sakit Bhayangkara.




(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads