5 Fakta Pesawat Smart Air Ditumpangi Kabandara Kaimana Jatuh di Pantai Nabire

Papua Tengah

5 Fakta Pesawat Smart Air Ditumpangi Kabandara Kaimana Jatuh di Pantai Nabire

Tim BeritaKlik - detikSulsel
Rabu, 28 Jan 2026 10:28 WIB
Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire.
Foto: Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire. (dok. istimewa)
Nabire -

Pesawat Smart Air dengan tipe pesawat C208B registrasi PK-SNS terjatuh di kawasan pantai Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Beruntung seluruh kru dan penumpang termasuk Kepala Bandara (Kabandara) Utarom Kaimana, Juprianto yang berada dalam pesawat dilaporkan selamat.

Pesawat tersebut jatuh di area Logpond Kaladiri, kawasan Pantai Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Selasa (27/1) sekitar 12.45 WIT. Pesawat tersebut berangkat dari Nabire (NBX) hendak menuju Kaimana (KNG).

"Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS jatuh di perairan Nabire," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada BeritaKlik, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirangkum BeritaKlik, berikut 5 fakta pesawat Smart Air yang membawa 13 orang mengalami kecelakaan di kawasan pantai Nabire:

1. Pesawat Smart Air Mengapung Usai Jatuh

Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire.Foto: Pesawat milik maskapai Smart Air jenis Caravan jatuh di Nabire. Badan pesawat masih tampak utuh. (dok. istimewa)

Dari foto yang diterima BeritaKlik, tampak badan pesawat nyaris tenggelam meski bagian atas pesawat masih terlihat mengapung. Pesawat masih utuh, namun kedua sayap terlihat mengalami keretakan.

ADVERTISEMENT

Pesawat jenis Caravan itu tampak berada di sekitar tebing pantai. Sejumlah masyarakat berada di pinggir tebing pantai melihat kondisi pesawat tersebut.

Pesawat tersebut tampak berada di sekitar tebing pantai. Sebuah alat berat diturunkan ke lokasi untuk menarik pesawat dari laut sembari dilakukan evakuasi penumpang.

"Pesawat tersebut melayani penerbangan subsidi dengan tujuan Kaimana," tambah Samuel.

2. 13 Kru dan Penumpang Dilaporkan Selamat

Pesawat tersebut mengangkut 2 kru dan 11 penumpang seluruh penumpang dilaporkan selamat. Namun para korban tetap dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Dalam peristiwa tersebut seluruh penumpang dan kru pesawat dilaporkan selamat," tegas Samuel.

Adapun dua kru pesawat merupakan Pilot Captain Tania K dan Kopilot Bagus. Sementara penumpang masing-masing bernama Yosua Maniba, Yantinus Iyai, Yunus Bastira, Baharudin Rada, Muh Rada, Barandina Awujani, Nonce Bary, Muh, Ridho, Iwan, Maria Komboy dan Juprianto.

"Penyebab jatuhnya pesawat masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang," ucap Samuel.

3. Pesawat Smart Air Alami Gangguan Mesin

Berdasarkan laporan awal, pesawat mengalami gangguan pada engine atau mesin. Pilot in Command (PIC) Captain Tania lantas memutuskan Return to Base (RTB).

"Namun dikarenakan thrust power semakin turun PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan 17 Bandara Douw Aturure," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud), Lukman F Laisa dalam keterangannya, Selasa (27/1).

Ditjen Hubud akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali," kata Lukman.

4. Kabandara Kaimana Jadi Korban Pesawat Jatuh

Berdasarkan manifes, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto ternyata menjadi salah satu penumpang pesawat Smart Air. Juprianto dilaporkan selamat bersama seluruh kru dan penumpang lainnya.

"Jadi korban insiden peserta jatuh di Nabire itu ada 11 penumpang dan 2 kru. Dalam rombongan itu terdapat Kepala Bandara Kaimana, Juprianto," ungkap Kepala SAR Biak, Kundori kepada BeritaKlik, Selasa (27/1).

Kundori menjelaskan seluruh kru dan penumpang pesawat dalam kondisi selamat. Seluruh korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire.

"Kami dari Basarnas masih melakukan langkah-langkah setelahnya kejadian para penumpang dan kru yang ada di pesawat sedang menjalani penanganan di rumah sakit," jelasnya.

5. Kronologi Pesawat Smart Air Jatuh di Pantai

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafi'i mengungkap pesawat Smart Air jatuh di kawasan pantai Nabire pertama kali terdeteksi usai sistem Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat aktif. Dalam perjalanan ke Kaimana, pilot mendeteksi kondisi tak normal sehingga memutuskan untuk kembali ke bandara.

"Pesawat berangkat dari Nabire mau melaksanakan mission, karena ada kondisi yang tidak normal akhirnya memutuskan untuk return to base," kata Syafi'i usai rapat bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1).

Namun, dia mengatakan dalam proses kembali, pesawat mengalami penurunan daya mesin hingga akhirnya kehilangan tenaga. Kondisi tersebut kemudian memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di perairan.

"Selama proses perjalanan kembali ke aerodrome ternyata terjadi semacam ada power yang drop jadi lost power, sehingga pesawat harus melaksanakan ditching di danau sebelum atau di air sebelum sampai di bandara," imbuhnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Detik-detik Pesawat Smart Air Jatuh di Pantai Nabire"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads