Kalender Hijriah saat ini sudah masuk bulan Syaban, bulan kedelapan dalam penanggalan kalender Islam sekaligus bulan terakhir sebelum Ramadhan. Pada bulan ini, terdapat satu malam istimewa yang disebut dengan Nisfu Syaban.
Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban merupakan salah satu momen penting dalam kalender Islam yang banyak dinantikan umat Islam. Pada momen istimewa tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan memohon ampunan.
Sebagai umat Islam, mengetahui tanggal Nisfu Syaban sangat penting agar dapat memaksimalkan amalan sunnah pada malam tersebut. Beberapa tradisi ibadah dan doa khusus yang dipanjatkan pada malam ini dipercaya memiliki keutamaan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kapan Nisfu Syaban 2026? Simak konversi tanggalnya dalam penanggalan Masehi berikut ini!
Kapan Nisfu Syaban?
Nisfu Syaban adalah istilah yang merujuk pada pertengahan bulan Syaban atau tanggal 15. Namun perlu diperhatikan bahwa penanggalan tersebut berbeda dengan kalender Masehi.
Untuk mengetahui kapan Nisfu Syaban 2026, umat lslam perlu melakukan konversi dari kalender Hijriah ke Masehi. Penanggalan Hijriah di Indonesia mengacu pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Muhammadiyah.
Mengacu pada kedua kalender tersebut, Nisfu Syaban bertepatan dengan tanggal 3 Februari 2026. Akan tetapi, karena pergantian hari pada kalender Hijriah terjadi saat memasuki waktu Maghrib, maka malam Nisfu Syaban 2026 dimulai pada waktu Maghrib tanggal 2 Februari.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini jadwal Nisfu Syaban dalam kalender Hijriah dan Masehi:
- Nisfu Syaban dalam kalender Hijriah: 15 Syaban 1447 H
- Nisfu Syaban dalam Kalender Masehi: Senin, 2 Februari 2026 (setelah Maghrib) hingga Selasa 3 Februari 2026 (sebelum masuk Maghrib)
Amalan Utama Nisfu Syaban
Terdapat sejumlah amalan utama yang dapat dikerjakan umat Islam pada saat Nisfu Syaban. Amalan tersebut dijelaskan dalam berbagai riwayat.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini amalan-amalan utama malam Nisfu Syaban yang dapat dikerjakan umat Islam:
1. Sholat Nisfu Syaban
Dilansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Sholat Sunah Superkomplet yang ditulis oleh Ibnu Watiniyah, sholat Nisfu Syaban sebelumnya telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Keterangan ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat al-Baihaqi sebagai berikut:
Dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW bangun pada suatu malam dan mengerjakan sholat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil (wafat). Karena curiga, maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari sholatnya, beliau berkata, "Wahai Aisyah (dalam riwayat lain: Wahai Humaira'), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?" Aku menjawab, "Tidak, Rasulullah, namun aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali." Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kamu malam apa ini?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ini adalah malam Nisfu Syaban (pertengahan bulan Syaban). Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban dan mengampuni orang yang meminta ampun, mengasihi orang yang meminta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka." (HR al-Baihaqi)
Sholat ini dapat dikerjakan pada pertengahan bulan Syaban atau malam ke-15 Syaban. Adapun jumlah rakaat yang dikerjakan, yaitu sebanyak 2 hingga 100 rakaat.
Namun, pelaksanaannya tidak dilakukan sekaligus, melainkan setiap dua rakaat disertai satu salam. Dengan demikian, jika sholat Nisfu Syaban dikerjakan sebanyak 100 rakaat, maka terdapat 50 kali salam yang harus dilakukan.
2. Membaca Doa Nisfu Syaban
Membaca doa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan para ulama kepada umat Islam pada saat menyambut malam Nisfu Syaban. Bagi detikers yang ingin mengamalkannya, berikut ini bacaan doanya yang dikutip dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِي سُؤَلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنَا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَبِّنِي بِقَضَائِكَ
Arab Latin: Allaahumma innaka ta'lamu sirrii wa 'alaaniyati faqbal ma'dzirati, wata'lamu haajatii fa'thinii suaa-li, wata'lamu maa fii nafsii faghfir lii dzambii. Allaahumma innii as-aluka imaanan yubasyiru qalbii wa yaqiinan shaadiqan hattaa a'lamu annahu laa yushiibunii illaa maa katabta lii waraddani biqadhaa-ik.
Artinya: Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.
3. Membaca Surat Yasin pada Malam Nisfu Syaban
Pada pertengahan bulan Syaban atau yang dikenal dengan sebutan Nisfu Syaban, terdapat amalan khusus yaitu membaca surat Yasin tiga kali secara berturut turut. Amalan ini dianjurkan dikerjakan setelah shalat Maghrib dan lebih utama dilakukan secara bersama-sama.
Bacaan 3 kali surah Yasin diniatkan masing-masing untuk:
- Bacaan Yasin yang pertama diniatkan untuk meminta umur panjang yang diisi dengan ketaatan kepada Allah SWT.
- Bacaan Yasin kedua diniatkan supaya dijaga dari semua bahaya serta diberi keluasan rezeki yang baik serta halal.
- Bacaan Yasin yang terakhir diniatkan agar hati merasa cukup dan dianugerahi husnul khatimah.
Nah, demikianlah ulasan lengkap mengenai jadwal Nisfu Syaban, lengkap dengan amalam utama yang dianjurkan. Semoga bermanfaat!
(urw/urw)










































