141 Siswa TK-SMP Diduga Keracunan MBG di Buol, Korban Dirawat di RS-Puskesmas

Sulawesi Tengah

141 Siswa TK-SMP Diduga Keracunan MBG di Buol, Korban Dirawat di RS-Puskesmas

Rangga Musabar - detikSulsel
Kamis, 29 Jan 2026 13:35 WIB
141 Siswa TK-SMP Diduga Keracunan MBG di Buol, Korban Dirawat di RS-Puskesmas
Foto: Ratusan siswa TK, SD dan SMP dilarikan ke rumah sakit usai diduga keracunan MBG di Buol. (dok. Istimewa)
Buol -

Sebanyak 141 siswa TK, SD hingga SMP di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Ratusan korban yang mengalami keluhan mual hingga muntah dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit (RS) untuk mendapat perawatan.

"Total korban 141 orang dan dibawa ke Puskesmas Bunobogu untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Kasi Humas Polres Buol, Iptu Ridwan kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).

Dari ratusan korban tersebut, 19 siswa dirujuk ke RSUD Mokoyurli Buol, sementara 3 siswa dirujuk ke RS Pratama Buol. Selain itu, 3 orang lainnya memilih berobat langsung ke RSUD Mokoyurli Buol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data yang kami dapat saat ini tersisa 1 siswa yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Bunobogu, sementara yang ada di rumah sakit belum ada laporannya," jelasnya.

Peristiwa dugaan keracunan ini terjadi di beberapa sekolah di Kecamatan Bunobogu pada Rabu (28/1). Mereka berasal dari TK Amanah, SDN 1, SDN 3, SDN 7, dan SMPN 5 Bunobogu.

ADVERTISEMENT

"Diduga keracunan setelah konsumsi makan MBG di sekolah. Pihak guru dan orang tua membawa para siswa ke Puskesmas Bunobogu," terangnya.

Ridwan menambahkan, pihak kepolisian turut melakukan pengamanan dan pengawalan, termasuk membantu proses evakuasi korban menggunakan ambulans dari Puskesmas Bunobogu ke rumah sakit rujukan.

"Saat kejadian kami melakukan pengamanan dan pengawalan, serta memberikan bantuan ambulans untuk evakuasi korban yang dirujuk ke RSUD Mokoyurli Buol," ungkapnya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh Polres Buol bersama Dinas Kesehatan Buol. Pihaknya masih memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.

"Kami bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab keracunan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan turut menjaga keamanan serta ketertiban," pungkas Ridwan.




(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads