Warga Sakit di Pamoseang Mamasa Ditandu 5 Km ke Puskemas Imbas Jalan Rusak

Sulawesi Barat

Warga Sakit di Pamoseang Mamasa Ditandu 5 Km ke Puskemas Imbas Jalan Rusak

Abdy Febriady - detikSulsel
Kamis, 29 Jan 2026 18:30 WIB
Warga gotong royong tandu pasien sakit lewati jalan rusak di Desa Pamoseang, Kecamatan mambu, Kabupaten Mamasa.
Foto: Warga gotong royong tandu pasien sakit lewati jalan rusak di Desa Pamoseang, Kecamatan mambu, Kabupaten Mamasa. (Dok. Istimewa)
Mamasa -

Kondisi memprihatinkan harus dirasakan warga Desa Pamoseang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), gegara jalan rusak parah sepanjang 5 kilometer. Warga yang jatuh sakit terpaksa harus ditandu untuk menuju puskesmas karena jalan rusak tidak dapat dilalui kendaraan.

"Baru-baru ini ada dua orang lagi yang harus ditandu. Jalan yang rusak sepanjang 5 kilometer, tidak dapat dilalui kendaraan roda empat apalagi saat musim penghujan," kata Kepala Desa Pamoseang, M Sabir melalui sambungan telepon, Kamis (29/01/2026).

Desa Pamoseang berada di Wilayah Kecamatan Mambi. Potret perjuangan warga setempat yang harus menandu pasien sakit untuk mendapat pelayanan kesehatan sudah berulang kali terjadi dan kerap viral di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah lama rusak, sama sekali belum pernah diperbaiki. Warga yang sakit harus ditandu ke tempat yang sudah dijangkau mobil," ungkap Sabir.

ADVERTISEMENT

Sabir mengaku perbaikan akses jalan rusak di desanya merupakan kewenangan pemerintah Provinsi karena masuk poros Urekang-Mambi. Meski kerusakan jalan sudah berulang kali dilaporkan, perbaikan tak kunjung dilakukan hingga saat ini.

"Itukan jalan provinsi, poros Urekang Mambi, kewenangan provinsi. Sudah sering diusulkan, sempat dijanjikan untuk diperbaiki, saya tidak tahu apa kendalanya sehingga sampai belum diperbaiki," terangnya.

Sabir berharap Pemerintah Provinsi Sulbar segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Apalagi kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada pelayanan kesehatan tetapi juga perekonomian warga.

"Tentunya kami sangat berharap kepada pemerintah provinsi (Sulbar) untuk segera memperbaiki akses jalan di desa ini. Karena dampaknya tidak hanya pada persoalan pelayanan kesehatan, tetapi juga perekonomian. Hasil bumi warga menjadi sulit dipasarkan karena jalan rusak," pungkas Sabir.




(ata/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads