Sebuah truk terbalik di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya dievakuasi setelah 15 jam menutupi satu lajur jalan. Lalu lintas (lalin) pada ruas jalan yang menghubungkan Pangkep dan Barru itu pun kembali normal.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Minggu (1/2/2026), truk terbalik dilaporkan sudah menutupi ruas jalan berada di Kampung Lembang, Kelurahan Mangallekana, Kecamatan Labakkang sejak pukul 06.00 Wita. Satu unit alat berat untuk mengevakuasi truk baru tiba di lokasi pada pukul 20.00 Wita.
Alat berat itu kemudian mendorong truk yang terbalik agar kembali ke posisi semula. Muatan sekam dari truk yang terhambur ke jalan juga dipindahkan ke truk lain. Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi selama proses evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 20.50 Wita, satu lajur jalan yang sempat tertutup badan truk akhirnya terbuka hingga lalu lintas kembali normal. Artinya, membutuhkan waktu sekitar 15 jam untuk mengevakuasi truk terbalik dari badan jalan.
"Dievakuasi pakai alat berat, kalau tidak alat berat tidak bisa," kata Kanit Samapta Polsek Labakkang, Aiptu Muhammad Thamrin kepada detikSulsel di lokasi.
Sementara itu sopir truk, Andika (26) mengaku kendarannya mengalami kecelakaan karena ban depan sebelah kanan truknya meledak. Hal itu mengakibatkan truknya menabrak pembatas jalan hingga terbalik.
"Meledak ban depan sebelah kanan baru (truk) lari naik ke trotoar, menabrak," ucap Andika.
Dia mengaku rencana membawa sekam sebanyak 10 ton tersebut ke pabrik semen Bosowa di Kabupaten Maros. Kecelakaan itu mengakibatkan kakinya mengalami bengkak.
"Sekitar 10 ton (sekam). Tidak apa-apa ji, kakiku ji yang bengkak," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, jalur dari arah Barru ke Pangkep sempat mengalami kemacetan sepanjang 2 kilometer. Kendaraan mesti antre melintas karena satu lajur jalan tertutup truk yang terbalik.
Sekam yang dimuat truk pun berhamburan dan menutupi jalan. Truk membutuhkan waktu lama untuk dievakuasi karena menunggu kedatangan alat berat dari pihak perusahaan.
"Kejadian tadi pagi sejak pukul 06.00 wita. Mobil evakuasi milik perusahaan menuju ke sini," kata seorang warga, Saiful kepada wartawan di lokasi.
(sar/sar)










































