Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Ini Tata Cara Lengkap hingga Doanya

Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Ini Tata Cara Lengkap hingga Doanya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 02 Feb 2026 16:30 WIB
Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Ini Tata Cara Lengkap hingga Doanya
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Makassar -

Malam Nisfu Syaban yang jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan saleh. Pada malam tersebut, umat dianjurkan meningkatkan ibadah, salah satunya dengan melaksanakan sholat tasbih.

Melansir buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplit karya Ibnu Watiniyah, sholat tasbih merupakan sholat sunnah yang dikerjakan dengan tujuan memperbanyak bacaan tasbih kepada Allah SWT melalui tata cara khusus. Sholat ini disebut sholat tasbih karena di dalamnya terdapat bacaan tasbih yang diulang dalam jumlah tertentu pada setiap rakaat.

Sholat tasbih juga dianggap memiliki keutamaan besar. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Imam Tajuddin as-Subki yang mengatakan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang meninggalkan salat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan salat Tasbih ini."

Nah, bagi detikers yang ingin mengamalkan sholat tasbih di malam Nisfu Syaban, berikut ini niat, tata cara, hingga keutamaannya. Yuk, simak penjelasannya!

ADVERTISEMENT

Tata Cara Sholat Tasbih Malam Nisfu Syaban

Menyadur buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah Doa, dan Zikir karya Ust Zakaria R Rachman, berikut tata cara dan panduan sholat tasbih:

Rakaat Pertama

  • Niat mengerjakan sholat tasbih
  • Melakukan Takbiratul Ihram
  • Membaca surah Alfatihah, membaca surah pendek, dan bertasbih sebanyak 15 kali
  • Rukuk, Bertasbih sebanyak 10 kali
  • Iktidal, Bertasbih sebanyak 10 kali
  • Sujud, Bertasbih sebanyak 10 kali
  • Duduk diantara dua sujud, bertasbih sebanyak 10 kali
  • Sujud kedua, bertasbih sebanyak 10 kali
  • Duduk sejenak sebelum berdiri rakaat kedua, bertasbih sebanyak 10 kali

Rakaat kedua

  • Bangkit, mengulangi gerakan dan bacaan sebagaimana pada rakaat pertama. Pada rakaat kedua surah pendek yang dibaca setelah Alfatihah harus beda
  • Tasyahud akhir, membaca bacaan tasyahud akhir dan duduk seperti duduk di antara dua sujud
  • Salam, menoleh ke kanan dan kiri sambil membaca salam
  • Apabila lupa membaca tasbih pada salah satu gerakan sholat, boleh digantikan pada gerakan sholat berikutnya agar jumlah tasbih yang dibaca genap 300 kali

Bacaan Niat Sholat Tasbih

Kembali melansir buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplit karya Ibnu Watiniyah, sebelum melaksanakan sholat tasbih umat Islam perlu melafalkan niatnya. Berikut ini adalah bacaan niat Sholat tasbih berdasarkan rakaatnya:

Niat sholat tasbih dengan dua rakaat atau dua kali salam, bacaannya adalah sebagai berikut:

أُصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî sunnatat tasbihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ. Allâhu Akbar...

Artinya: Saya niat salat sunah Tasbih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala." Allahu Akbar...

Niat sholat tasbih dengan empat rakaat memiliki bacaan atau lafal seperti berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرْ.

Arab Latin: Ushallî sunnatat tasbihi arba'a raka'âtin mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ. Allâhu Akbar...

Artinya: Saya niat salat sunah Tasbih empat rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allâhu Akbar...

Bacaan Tasbih dalam Sholat Tasbih

Sebenarnya tata cara sholat tasbih sama dengan tata cara sholat yang lain. Namun, yang berbeda adalah bacaan tasbihnya. Bacaan tasbih yang dibaca ketika salat sunah tasbih adalah sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah wal hamdu lillâh wa lâ ilaha illallahu wallâhu akbar.

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Doa Setelah Sholat Tasbih Malam Nisfu Syaban

Setelah selesai mengerjakan sholat tasbih, maka perbanyaklah membaca tasbih sebagaimana di atas sekurang-kurangnya sebanyak 100 kali, kemudian membaca doa di bawah ini yang isinya memohon tambahnya amal yang baik (pahala).

Doa Setelah Sholat Tasbih #1

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِرُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حَيَاءٌ مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ. وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ.

Arab Latin: Allâhumma innî as'aluka taufiqa ahlil hudâ, wa aʻmâla ahlil yaqin, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azma ahlish shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlil wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ akhafak. Allâhumma innî as'aluka makhâfatan tahjizunî 'an ma'âshîka hattâ a'mala bi thẩʼatika 'amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hattâ unâshihaka bit taubah, khaufan minka hatta akhlusha lakan nashihata hayaʻan minka wa hattâ atawakkala 'alaika fil umûri kulliha wa hattå akûna uhsinudzh dzhanna bika, subhâna khâliqin nûr (riwayat lain: khâliqin nâr).

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang menerima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara', dan kebijaksanaan mereka yang berilmu, agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut dalam kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada rida-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu.

Doa Setelah Sholat Tasbih #2

يَا اللَّهُ يَا رَحْمَنُ الرَّحِيمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا أَهْلَ التَّقْوَى وَأَهْلَ الْمَغَفْرَةِ يَا ذَاكِرَ الذَّاكِرِينَ، تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوْحًا وَزِدْنَا بِفَضْلِ رَحْمَتِكَ نُوْرًا وَظُهُوْرًا وَوُضُوْحًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزَابِمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُدَ أَهْلِ الرُّكُوعِ وَالْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى نَخَافَكَ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ لَنَا نُوْرًا فِي قَلْبِنَا وَنُوْرًا فِي قَبْرِنَا وَنُوْرًا فِي بَصَرِنَا وَفِي سَمْعِنَا وَنُوْرًا عَنْ يَمِينِنَا وَنُوْرًا عَنْ شِمَالِنَا وَنُوْرًا فِي آمَامِنَا وَخَلْفِنَا وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِنَا وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِنَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Arab Latin: Yâ Allâhu ya Rahmânu yâ Rahîmu ya Hayyu yâ Qayyumu yâ dzal jalali wal ikrami, yâ ahlat taqwa wa ahlal maghfirah, yâ dzâkiradz dzâkirîn, tub 'alayna taubatan nashûhâ, wazidnî bifadhli rahmatika nûran wa dzhuhûran wa wudhuhan. Yâ arhamar rahimîn. Allâhumma innâ nas'aluka taufiqa ahlil hudâ, wa a'mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azaʻima ahlish shabri, wa jadda ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlir rukû'i wal wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ nakhâfak. Rabbanâ atmim lanâ nûrana waghfir lanâ innaka 'alâ kulli syaiʻin qadîr. Allâhumma lanâ nûran fi qalbinâ wa nûran fi qabrina wa nûran fi basharinâ wa fi sam'inâ wa nûran 'an yamîninâ wa nûran 'an syimâlinâ wa nûran fì amâminâ wa khalfinâ wa nûran min fauqinâ wa nûran min tahtinâ birahmatika yâ arhamar rahimîn.

Artinya: Ya Allah Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang, Yang Mahahidup dan Maha Berdiri sendiri. Ya Zat Yang Memiliki keperkasaan dan kemuliaan, Pemilik ketakwaan dan ampunan, ya Zat yang diingat para pezikir, anugerahkanlah kepada kami tobat nasuha dan tambahkanlah bagi kami dengan rahmat-Mu cahaya, kejelasan dan kebersihan. Ya Zat Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah, kepada-Mu kami meminta petunjuk mereka yang menerima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang ahli rukuk dan ahli wara', dan makrifat mereka yang berilmu, agar kami menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami itu dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, berikan kepada kami cahaya dalam hati kami, cahaya dalam kubur kami, cahaya pada penglihatan kami, cahaya pada pendengaran kami, cahaya di sebelah kanan kami, cahaya di sebelah kiri kami, cahaya di depan kami, cahaya di belakang kami, cahaya di atas kami, dan cahaya di bawah kami. Dengan rahmat-Mu, ya Zat Yang paling pengasih di antara para pengasih.

Kemudian, dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ يَسِّرْ عَلَى كُلَّ عَسِيرٍ. اَللَّهُمَّ يَسِّرْ عَلَى عَلَى جَمِيعِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ وَيَسِّرْ عَلَى عَلَى اجْتِنَابِ جَمِيعِ الْمُنْكَرَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab Latin: Allâhumma yassir 'alayya kulla 'asîr. Allâhumma yassir 'alayya 'alâ jamî'il a'mâlish shâlihâti wa yassir 'alayya 'alâjtinâbi jamî'il munkarâti. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinâ 'adzâban når. Wal hamdu lillâhi rabbil 'âlamîn.

Artinya: Ya Allah, mudahkanlah aku atas perkara yang sukar. Ya Allah, mudahkanlah aku atas segala amal saleh (yang baik dalam mengerjakannya). Dan mudahkanlah aku untuk menjauhi segala kemungkaran (segala larangan tanpa memilih besar kecilnya dosa atau siksanya). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia, dan berilah kami kebahagiaan di akhirat nanti, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Keutamaan Sholat Tasbih

  • Sholat sunah tasbih memiliki keutamaannya sendiri, yaitu untuk berzikir dan bertasbih hanya untuk Allah SWT. Penguasa seluruh alam.
  • Sholat tasbih termasuk kebiasaan orang-orang saleh. Abdullah bin al-Mubarak dan generasi sesudahnya selalu mengerjakannya. Imam Tajuddin as-Subki mengatakan, "Tidak ada yang meninggalkan sholat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sholat tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, 'Kalau kau sanggup, kerjakan sholat tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, kerjakan sekali dalam satu Jumat. Kalau tidak bisa, salatlah tasbih sekali sebulan. Kalau tidak sempat, kerjakan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu. Baiknya, salat empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam."
  • Tasbih merupakan kalimat yang paling dipilih Allah SWT. Dalam hadis disebutkan, pada suatu hari Rasulullah Saw. ditanya tentang ucapan yang paling unggul. Beliau menjawab, "Yang dipilih Allah terhadap para malaikat-Nya dan hamba-Nya adalah ucapan: Subhanallâhi wa bihamdihi." (HR Muslim).
  • Tasbih memberatkan amal timbangan. Rasulullah SAW. bersabda, "Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah, namun memberatkan timbangan amal, dan keduanya disukai oleh Allah, yaitu: Subhanallâhi wa bi hamdihi subhanallâhil 'adzhim." (HR al-Bukhari dan Muslim)
  • Tasbih akan menghapuskan semua dosa. Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa mengucapkan: Subhanallahi wa bi hamdihi 100 kali, maka Allah akan menghapuskan kesalahannya meskipun kesalahannya itu sebanyak buih di lautan." (HR al-Bukhari dan Muslim)
  • Tasbih akan menjadikan pengamalnya punya perkebunan kurma di surga nanti. Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa mengucapkan: Subhanallahil 'adzhimi wa bi hamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga." (HR at-Tirmidzi)
  • Tasbih dapat menghindarkan dari penyakit-penyakit berat. Suatu ketika, Qabishah al-Makhariq mendatangi Rasulullah Saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkan aku beberapa kalimat (ucapan) yang dengannya Allah memberi manfaat kepadaku, karena sungguh umurku sudah tua dan aku merasa lemah untuk melakukan apa pun." Lalu, beliau berkata, "Adapun untuk duniamu, ketika engkau selesai salat Subuh, maka ucapkanlah tasbih sebanyak tiga kali. Jika engkau membacanya, maka engkau terhindar dari kesedihan, kusta (lepra), penyakit biasa, lumpuh akibat pendarahan otak atau pecah pembuluh darah." (HR Ibnu as-Sunni dan Ahmad)
  • Tasbih adalah senjata menghadapi persoalan besar. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra., "bahwasanya jika Rasulullah Saw. menghadapi persoalan penting, maka beliau mengangkat kepalanya ke langit sambil mengucapkan: Subhanallahil 'adzhim, dan jika beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, maka beliau mengucapkan: Ya hayyu ya qayyûm." (HR at-Tirmidzi)
  • Kesembilan, senjata menghadapi krisis pangan. Rasulullah Saw. bersabda, "Makanan orang beriman pada zaman munculnya Dajjal adalah makanan para malaikat, yaitu tasbih dan taqdis. Maka barang siapa yang ucapannya pada saat itu adalah tasbih, niscaya Allah akan menghilangkan darinya kelaparan." (HR al-Hakim)
  • Dengan sholat tasbih, semua dosa, kecil maupun besar, dosa dulu maupun yang akan datang, dosa yang sengaja maupun yang tidak disengaja, dan dosa yang terang-terangan maupun yang tersembunyi (samar), akan diampuni oleh Allah SWT. Alhamdu lillâhi rabbil 'alamin.

Anjuran Sholat Tasbih di Malam Nisfu Syaban

Sebenarnya, tidak ada dalil berupa hadis shahih maupun ayat Al-Qur'an yang secara khusus menganjurkan ataupun melarang pelaksanaan sholat sunnah tasbih pada malam Nisfu Syaban. Namun, melansir laman Kementerian Agama RI, terdapat anjuran untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan berbagai ibadah sunnah.

Anjuran tersebut bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Baihaqi, sebagai berikut:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُوْمُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا
(رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه وَالْبَيْهَقِيُّ)

Artinya: "Apabila datang malam Nisfu Syaban, maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya."

Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa pada malam Nisfu Syaban umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan sholat-sholat sunnah seperti sholat sunnah tobat, sholat sunnah mutlak, maupun sholat sunnah tasbih.

Itulah tata cara, bacaan niat, doa, hingga keutamaan Sholat tasbih di malam Nisfu Syaban. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads