Sebanyak 8 rumah warga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), dilaporkan tertimpa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Pohon tumbang juga menimpa dua motor yang melintas sehingga masing-masing 1 pengendara mengalami patah tulang dan 3 lainnya yang saling berboncengan dilaporkan luka ringan.
"Jumlah rumah tertimpa pohon 8 rumah. (Rinciannya) 1 unit di Kecamatan Herlang, 1 di Bontobahari, 1 di Ujung Loe, dan 5 Ujung Bulu," ujar Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Bulukumba Abdul Haris kepada detikSulsel, Senin (2/2/2026).
Haris menjelaskan cuaca ekstrem melanda wilayah Bulukumba sejak Minggu (1/2) hingga Senin (2/2). Pihaknya mencatat sedikitnya ada 13 pohon tumbang yang telah dievakuasi petugas di lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk data yang masuk sekarang, karena kami belum bisa sisir semua, kalau yang sudah kami eksekusi kemarin kurang lebih ya belasan pohon, namun tidak jelas penjumlahannya. Saya hitung-hitung dulu. 13 pohon yang kami sudah eksekusi," katanya.
Pohon tumbang tersebut tersebar di 6 kecamatan, yakni Herlang, Bontobahari, Ujung Loe, Ujung Bulu, Gantarang, dan Rilau Ale. Selain menimpa rumah, batang pohon juga menutup akses jalan hingga memutus kabel listrik.
"Yang lainnya (pohon) tumbang hanya melintang di jalan dan mengenai kabel listrik," tambah Haris.
Insiden ini juga mengakibatkan korban luka, salah satunya warga asal Kabupaten Sinjai yang melintas di Bulukumba. Korban mengalami patah tulang usai tertimpa pohon dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Ada pengendara yang kebetulan melintas, warga Sinjai yang melintas dari Sinjai ke sini kemarin itu patah tulang. Sempat dilarikan ke rumah sakit," bebernya.
Kejadian serupa menimpa 3 anak yang sedang berboncengan motor. Beruntung ketiganya hanya mengalami luka ringan, tetapi kendaraan mereka rusak parah tertimpa batang pohon.
"Anak bonceng 3 jadi tiga-tiganya ditimpa pohon. Kalau lukanya nggak terlalu parah, hanya motornya yang rusak," jelas Haris.
BPBD Bulukumba mengimbau masyarakat dan pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalan yang banyak pepohonan. Hal ini penting dilakukan guna menghindari potensi bahaya saat angin kencang melanda.
"Ya, kami terus memberikan imbauan bahwa dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem seperti ini diharapkan kepada seluruh warga masyarakat, baik masyarakat dari luar yang melintas di jalan Bulukumba sekiranya untuk selalu berhati-hati agar menghindari pohon-pohon yang dianggap membahayakan ketika angin kencang," pungkasnya.
(sar/ata)
