Renungan Harian Katolik Kamis, 5 Februari 2026: Melayani dengan Hati

Renungan Harian Katolik Kamis, 5 Februari 2026: Melayani dengan Hati

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 05 Feb 2026 07:30 WIB
Renungan Harian Katolik Kamis, 5 Februari 2026: Melayani dengan Hati
Ilustrasi (Foto: jcomp/Freepik)
Makassar -

Renungan harian Katolik hadir sebagai ruang hening bagi umat untuk sejenak menepi dari hiruk-pikuk kehidupan. Dengan merenungkan Sabda Tuhan, umat diajak membuka hati, memperbarui iman, serta meneguhkan harapan akan penyertaan Allah dalam setiap langkah hidup.

Renungan harian Katolik Kamis, 5 Februari 2026 mengangkat tema "Melayani dengan Hati" yang dikutip dari buku Renungan Tiga Titik ditulis oleh Wiwi Setiawati Dermawan. Renungan ini mengajak umat untuk kembali merenungkan makna pelayanan yang sejati.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa pelayanan sejati bukan tentang dilihat atau dihargai, melainkan tentang kesediaan memberi diri bagi sesama sebagai wujud nyata iman kepada Allah. Dengan hati yang terbuka, pelayanan menjadi sarana untuk menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Bacaan dan renungan harian 5 Februari 2026 berdasarkan kalender liturgi;
  2. Teks mazmur tanggapan;
  3. Teks doa penutup;

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 5 Februari 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: 1 Raj 2:1-4,10-12

Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:

"Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.

Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,

dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.

Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.

Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.

Mazmur Tanggapan: 1 Taw 29:10,11ab,11d-12a,12bcd

Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.

Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.

Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Bacaan Injil: Mrk 6:7-13

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,

dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,

boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.

Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,

dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

Renungan Hari Ini: Melayani dengan Hati

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mulai mengutus mereka berdua-dua. (Mrk. 6:7a)

Yesus mengutus kedua belas murid-Nya pergi berdua-dua dan memberi kuasa atas roh-roh jahat. Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat saja, roti pun jangan, kantong perbekalan pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan (Mrk. 6:7-8).

Dengan perutusan ini, Yesus mengajarkan bahwa tugas pewartaan tidak mengandalkan kekuatan manusiawi, melainkan sepenuhnya bersandar pada penyelenggaraan Allah. Perutusan para murid itu kini dilanjutkan oleh kita semua sebagai murid Kristus di zaman ini.

Menjadi murid Yesus berarti kita siap untuk melayani. Pemuridan dan pelayanan adalah suatu jalinan hidup kristiani di mana kita berada dalam suatu hubungan yang akrab dan personal dengan Yesus.

Pelayanan kristiani dapat terlaksana dengan benar bila tumbuh dan berasal dari hati yang berakar dan berdasar kasih Kristus (Ef. 3:17). Selalu mengandalkan kasih dan kuasa-Nya yang menjadi fondasi segala perbuatan dan motivasi pelayanan.

Melayani dengan hati tidak terlepas dari doa, agar dapat memahami betapa luas, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Yesus yang melampaui pengetahuan manusia. Pemahaman melalui Roh Kudus dan iman, hingga kita dipenuhi oleh kepenuhan Allah agar bisa melayani dan hidup sesuai kehendak-Nya.

Ada seorang ibu rumah tangga yang sangat aktif dalam pelayanan setiap hari, hingga mengabaikan anak-anak nya yang masih membutuhkan pendampingan. Dia tidak menyadari anak-anaknya sering membuat keonaran yang mengganggu tetangga di sekitarnya.

Kewajiban utama dalam rumah tangga yaitu melayani orang-orang terdekat di dalam rumah. "Cinta dimulai dengan merawat orang-orang terdekat yang ada di rumah" (kutipan Santa Teresa dari Calcutta).

Melayani dengan kasih, bukan untuk pujian atau pencapaian pribadi. Melayani dengan kuasa Allah, sehingga pelayanan mencerminkan kasih Yesus yang mendalam. Kutipan bijak Santa Teresa dari Calcutta: "Jika anda tidak dapat melakukan hal-hal besar, lakukanlah hal-hal kecil dengan cinta yang besar."

Sebagai pelayan kristiani, kita menerima berkat Allah dengan penuh rasa syukur, mengembangkannya dengan penuh tanggung jawab, membaginya dengan penuh kasih serta adil kepada sesama, dan mengembalikannya berlipat ganda pada Allah.

Sebagai murid Yesus, sudah siapkah kita melayani dengan hati? Hati yang penuh kasih pada Yesus dan sesama.

Doa Penutup

Yesus Yang Maha Kasih, Engkau lah sumber kasih sejati. Curahkanlah selalu kasih-Mu dalam hati kami, agar kami dapat melayani-Mu dan sesama dengan hati. Jadikanlah kami makin peduli terhadap sesama seperti bunda Maria. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Kamis, 5 Februari 2026. Tuhan Merberkati!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads