Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026 Lengkap Lokasi dan Tahapannya

Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026 Lengkap Lokasi dan Tahapannya

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 07 Feb 2026 23:00 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hasil sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).
Ilustrasi sidang isbat (Foto: Grandyos Zafna)
Makassar -

Menjelang bulan Ramadhan, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Ramadhan 1447 H/2026. Sidang ini menjadi momen penting yang dinantikan umat Islam di Indonesia karena hasilnya menjadi acuan untuk melaksanakan puasa Ramadhan.

Menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sidang Isbat, sidang isbat adalah forum musyawarah pemerintah, zuama, dan ulama dalam memberikan pertimbangan kepada menteri dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Lantas, kapan jadwal sidang isbat penetapan awal Ramadhan 2026?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah ini, detikSulsel telah merangkum informasi lengkapnya termasuk lokasi hingga tahapan pelaksanaannya. Yuk, simak!

Jadwal dan Lokasi Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026

Melansir laman Kemenag, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag mengumumkan bahwa sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1447 H dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2026. Sidang akan dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.

ADVERTISEMENT

Disebutkan bahwa sidang isbat ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, perwakilan kedutaan besar (kedubes) negara-negara Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), serta perwakilan Mahkamah Agung (MA).

Tahapan Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 2026

Melansir laman Baznas, sidang Isbat untuk menentukan 1 Ramadhan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yakni:

1. Pemaparan Data Hisab (Astronomi)

Tim ahli dari Kemenag akan memaparkan data posisi hilal atau bulan sabit muda berdasarkan perhitungan astronomi. Data hisab ini menjadi dasar ilmiah awal dalam penentuan awal Ramadhan sebelum dilakukan pengamatan langsung di lapangan.

2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal

Setelah pemaparan hisab, dilakukan verifikasi terhadap hasil pemantauan hilal melalui kegiatan rukyatul hilal. Pengamatan dilakukan di 37 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Lokasi-lokasi tersebut dipilih secara strategis untuk memperoleh laporan terbaik mengenai kemungkinan terlihatnya hilal.

3. Musyawarah dan Pengambilan Keputusan

Seluruh pihak yang hadir dalam sidang isbat kemudian melakukan musyawarah untuk menetapkan keputusan akhir. Hasil sidang inilah yang menjadi acuan resmi pemerintah dan akan diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers.

Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan Pemerintah dan Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah yang masih harus menunggu keputusan sidang isbat di akhir bulan Syaban, organisasi Muhammadiyah lebih dulu menetapkan awal Ramadhan secara resmi, yang jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Ketetapan tersebut tercantum dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan awal Ramadhan ini didasarkan pada hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan berlandaskan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berikut hasil perhitungannya:

  1. Ijtimak jelang Ramadan 1447 H terjadi pada hari Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H bertepatan dengan 17 Februari 2026 M, pukul 12:01:09 UTC.
  2. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
  3. Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 2, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° setelah pukul 24:00 UTC dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (16:06:13 UTC). Wilayah yang memenuhi parameter tersebut termasuk daratan Amerika, antara lain yang pertama adalah:
    a. Lintang: 56°48'49" LU, Bujur: 158°51'44" BB
    b. Tinggi Bulan: 5° 23′ 35″, Elongasi: 8° 00′ 11″
  4. Di seluruh dunia tanggal 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.

Itulah informasi lengkap mengenai jadwal, lokasi, hingga tahapan sidang isbat 2026. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads