Peneliti Sutera Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) terus mendorong penguatan industri lokal kain sutera alam di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Unhas melalui riset terapannya juga bersiap melakukan pemberdayaan masyarakat penenun kain sutera.
Hal tersebut disampaikan peneliti Unhas usai melakukan kunjungan ke sentra penenun kain sutera di Dusun Opo Riattang, Desa Opo, Kecamatan Ajangale, Bone, Senin (9/2). Unhas berkomitmen mengembangkan sutera alam berbasis riset, memperkuat jejaring, serta mendorong keberlanjutan industri sutera tradisional menggunakan alat tenun gedogan sebagai identitas budaya dan produk unggulan Bone.
"Kerajinan tenun gedogan sarung sutera Bone sudah sangat baik dan perlu terus didukung, salah satunya adalah dengan memperpendek rantai pasok bahan baku terutama upaya penyediaan benang sutera lokal," kata Dosen Kehutanan Unhas sekaligus anggota tim peneliti Sitti Nuraeni dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sitti Nuraeni menjelaskan bahwa tim peneliti Unhas juga berdialog dengan para penenun terkait ketersediaan serta asal bahan baku, teknik penenunan, hingga tantangan dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha sebelum melakukan pendampingan. Menurutnya, penenun juga harus menciptakan inovasi agar mampu bersaing di pasar nasional dan global.
"Tak kalah penting, disarankan bagi perajin tenun sarung sutera Bone mengembangkan motif-motif khas mengangkat nilai budaya lokal Bone agar memiliki daya saing yang lebih kuat," tuturnya.
Sementara tu, peneliti Unhas lainnya, yakni Andi Sadapotto turut menyoroti pentingnya kehadiran akademisi dalam melakukan pendampingan berkelanjutan. Ia memastikan pihaknya akan melakukan pendampingan kepada penenun guna menguatkan industri dan warisan budaya lokal tersebut.
"Penenun membutuhkan dukungan tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga manajemen usaha dan akses pasar. Sinergi antara akademisi, penyuluh, dan pemerintah daerah sangat penting agar sutera Bone bisa berkembang secara berkelanjutan," ujarnya.
Pemkab-Penenun Bone Dukung Unhas Perkuat Industri Kain Sutera
Kegiatan tim peneliti Unhas tersebut turut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone dan masyarakat. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Nuraqidah mengatakan rencana pengembangan kain sutera alam Bone merupakan langkah yang sangat baik.
"Dukungan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi serta memperkuat posisi sutera Bone sebagai produk unggulan daerah," tuturnya.
Nuraqidah mengatakan, Pemkab Bone terus berupaya mendukung usaha lokal kain sutera Bone. Langkah tersebut dibuktikan dengan dukungan serta imbauan Pemkab Bone untuk memakai sarung sutera Bone dan songko recca pada kegiatan penting pemerintah.
Hal tersebut juga senada dengan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ajangale Hasanuddin yang menyebut kain sutera dapat menjadi produk unggulan daerah. Menurutnya, pendampngan dan penguatan produk-produk lokal akan berdampak pada ekonomi masyarakat Bone.
"Sarung sutera Bone dapat disandingkan dengan songko recca sebagai identitas khas daerah, sehingga berpeluang dikembangkan sebagai paket produk unggulan dan oleh-oleh khas Bone, yang pada akhirnya dapat meningkatkan skala produksi serta nilai ekonomi para penenun," jelasnya.
Sementara itu, Nurlia yang merupakan penenun dan pengepul sutera alam Bone turut menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti Unhas. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat membuka peluang industri sutera tradisional Bone semakin berkembang pesat.
"Harapannya, kain sutera yang kami hasilkan bisa lebih dikenal dan memberikan penghasilan yang lebih baik bagi penenun," tuturnya.
(hmw/sar)
