Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) meninjau langsung proses pembangunan infrastruktur jalan hingga irigasi di Kabupaten Marauke, Papua Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan pertanian dan produksi pangan.
Menteri PU Dody Hanggodo memastikan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) di Wanam, Distrik Ilwayab. Hal ini sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto agar lahan seluas minimal 10.000 hektare sudah dapat mulai dipanen tahun ini.
"Saya ingat betul arahan bapak Presiden, tahun ini minimal 10.000 hektare sudah mulai panen. Karena itu Kementerian PU, Agrinas, dan Pemkab Merauke harus bergerak bersama agar target tersebut bisa tercapai," kata Dody dalam kunjungannya di Wanam, Kabupaten Merauke, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai target tersebut, kata Dody, pihaknya memastikan pengendalian banjir, pembangunan jaringan irigasi, serta peningkatan konektivitas jalan menuju kawasan cetak sawah. Selain itu, pendekatan dialog dengan masyarakat setempat juga dilakukan agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.
Lebih lanjut, Dody menyebut untuk memenuhi kebutuhan air irigasi untuk 10.000 hektare lahan sawah, pihaknya tengah menghitung potensi sumber air dari rawa di KM 39. Apabila kapasitasnya belum mencukupi, suplai air akan dialihkan dari rawa yang lebih besar di kawasan Angkias KM 58.
"Kajian teknis perencanaan sedang dilakukan guna memastikan kecukupan debit air sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan," paparnya.
Kementerian PU Perkuat Irigasi Rawa Semangga
Dody menjelaskan pihaknya terus mengembangkan dan merehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Semangga, Kabupaten Merauke. Peningkatan jaringan irigasi dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke untuk mendukung program swasembada pangan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Saya ke sini sengaja untuk bertemu langsung dengan para petani Merauke, mendengarkan keluhan mereka dan memberikan respons yang cepat. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, swasembada pangan adalah program utama. Tugas PU adalah memastikan air dan jalan dapat mendukung itu semua," kata Dody saat berdialog dengan petani di Merauke, Senin (9/2).
DI Semangga merupakan salah satu kawasan strategis pertanian yang dikembangkan dengan sistem irigasi rawa pasang surut untuk meningkatkan produktivitas padi. Berdasarkan data teknis, luas fungsional DI Semangga sekitar 5.100 hektare.
Di kawasan tersebut telah dibangun 13 unit pintu air primer, 13 unit pintu air sekunder, saluran primer sepanjang 76,9 km, serta saluran sekunder sepanjang 227,17 km. Saat ini, distribusi air di kawasan Semangga telah menjangkau sekitar 65 persen area layanan, sementara 35 persen lainnya disiapkan untuk penyempurnaan jaringan.
"Kita ingin seluruh Semangga bisa tanam tiga kali setahun. Jangan sampai saat panen, air justru tinggi dan merugikan petani. Sekarang tidak boleh ada tambahan biaya lagi bagi petani. Biaya harus serendah-rendahnya, keuntungan petani harus setinggi-tingginya," tutur Menteri Dody.
Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting
Selain percepatan infrastruktur dan penguatan irigasi, Kementerian PU juga membangun Jalan Kawasan Strategi Penghubung Produksi (KSPP) Wanam-Muting sebagai akses distribusi hasil lahan. Pembangunan jalan dan jembatan dilakukan untuk memperlancar mobilitas logistik petani.
"Kita perbaiki jalannya agar standar lebarnya sama sampai ke dalam kawasan. Kalau perlu tambahan jembatan, kita siapkan desainnya dan kita selesaikan bertahap. Harapannya, akses petani lancar dan biaya logistik turun," ujar Menteri Dody.
Dody menegaskan pembangunan jalan dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan membuka akses logistik. Proyek ini juga disebut sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah selatan Papua.
"Pembangunan Jalan KSPP Wanam-Muting ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konektivitas fisik, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Infrastruktur jalan yang andal akan mempermudah mobilitas orang dan barang, menurunkan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan," ujarnya.
Dody menyatakan pembangunan Segmen II saat ini sedang dikerjakan sepanjang sekitar 80,02 kilometer. Segmen ini dilengkapi tiga jembatan dengan total panjang 480 meter serta empat unit box culvert.
Sementara pada Segmen I, Dody menyebut pembangunan dilakukan dengan total penanganan sepanjang 58 kilometer. Jalan dirancang dengan lebar badan 7,5 meter, median, serta bahu jalan selebar 1,5 meter.
Infrastruktur pendukung Segmen I meliputi empat unit jembatan, terdiri dari tiga jembatan bentang 50 meter dan satu jembatan bentang 40 meter. Selain itu, dibangun pile slab sepanjang 6,1 kilometer dengan lebar 11 meter serta 17 unit box culvert.
"Kami memastikan seluruh tahapan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak ulayat masyarakat adat. Pembangunan harus membawa manfaat nyata dan diterima oleh masyarakat setempat," ujarnya.
Melalui pengembangan irigasi rawa dan peningkatan infrastruktur pendukung, Dody berharap DI Semangga menjadi salah satu lumbung pangan Papua Selatan. Ia juga menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur dan layanan air yang andal guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.
Simak Video "Video: Menteri PU Bakal Aktifkan Komite Audit Buntut Temuan BPK soal Potensi Kerugian Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/sar)
