Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Bacaan Niat-Waktu Pelaksanaannya

Tata Cara Sholat Witir Lengkap dengan Bacaan Niat-Waktu Pelaksanaannya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Rabu, 11 Feb 2026 22:30 WIB
Ilustrasi tata cara sholat witir.
Foto: Ilustrasi sholat witir. (Gemini AI)
Makassar -

Sholat witir merupakan sholat sunnah yang dikerjakan sebagai penutup rangkaian sholat malam. Ibadah sunnah ini memiliki sejumlah keutamaan, sehingga tidak heran jika banyak umat Islam yang mengamalkannya.

Dilansir dari buku 'Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet' karya Ibnu Watiniyah, hukum sholat witir adalah sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Ali bin Abi Thalib RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan sholat witir, kemudian bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wahai ahli Al-Qur'an, kerjakanlah sholat witir. Sesungguhnya Allah itu witir (tunggal) dan menyukai yang witir (ganjil)." (HR Bukhari dan Muslim)

Sebelum mengamalkannya, penting bagi umat Islam untuk memahami tata cara sholat witir agar dapat melaksanakannya sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Berikut detikSulsel menyajikan panduan sholat witir selengkapnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

Disimak, yuk!

Tata Cara Sholat Witir

Sebelum membahas tata caranya, penting untuk mengetahui terlebih dahulu ketentuan jumlah rakaat sholat witir. Berdasarkan penjelasan dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet, sholat witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, yakni minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat.

Pada dasarnya, tata cara sholat witir sama seperti sholat fardhu. Perbedaannya terletak pada bacaan niat, jumlah rakaat, dan bacaan surat yang dianjurkan.

Untuk lebih jelasnya, berikut masing-masing bacaan niat dan tata cara sholat witir berdasarkan jumlah rakaatnya:

Tata Cara Sholat Witir 1 rakaat

  • Membaca niat

أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah witir satu rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

  • Takbiratul ihram
  • Membaca Iftitah
  • Membaca surat al-Fatihah
  • Membaca surat dalam Al-Qur'an yang dikuasai. Namun, dianjurkan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas secara berurutan
  • Ruku'
  • Bangun dari ruku' (i'tidal)
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit dari sujud, dan tasyahud akhir
  • Salam

Tata Cara Sholat Witir 3 Rakaat

Dalam hadits riwayat Baihaqi disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika melaksanakan sholat witir 3 rakaat, ia tidak duduk tasyahud kecuali pada rakaat terakhir. Berbeda dengan sholat Maghrib yang diawali dengan duduk tasyahud awal, kemudian tasyahud akhir pada rakaat terakhir.

Dengan demikian, sholat witir 3 rakaat dikerjakan sekaligus dengan 1 kali tasyahud, yakni tasyahud akhir.

Untuk lebih jelasnya, berikut tata cara sholat witir 3 rakaat:

  • Membaca niat

أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat witir tiga rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

  • Takbiratul Ihram
  • Membaca Iftitah
  • Membaca surat al-Fatihah
  • Membaca surat dalam Al-Qur'an yang dikuasai. Namun, dianjurkan membaca surat berikut:
    • Rakaat pertama: surat al-A'la
    • Rakaat kedua: surat al-Kafirun
    • Rakaat ketiga: surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas (dibaca berurutan)
  • Ruku'
  • I'tidal
  • Sujud
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangkit untuk rakaat kedua, lalu mengulangi rangkaian yang sama hingga rakaat ketiga
  • Pada rakaat terakhir, setelah sujud kedua, tasyahud akhir
  • Salam

Tata Cara Sholat Witir 5-11 Rakaat

Sholat witir yang dikerjakan lebih dari 3 rakaat, dianjurkan dilakukan dengan dua rakaat satu kali salam. Adapun rakaat terakhir dapat dikerjakan sebanyak satu atau tiga rakaat dengan satu kali salam.

Agar memudahkan dalam memahaminya, berikut contohnya:

  • Sholat witir 5 rakaat:
    • 3 kali salam, yaitu dua rakaat, dua rakaat, dan satu rakaat
    • 2 kali salam, yaitu dua rakaat dan tiga rakaat
  • Sholat witir 11 rakaat:
    • 6 kali salam, yaitu dua rakaat sebanyak lima kali, kemudian ditutup satu rakaat
    • 5 kali salam, yaitu dua rakaat sebanyak empat kali, dan ditutup dengan tiga rakaat

Adapun tata cara pelaksanaannya sama seperti tata cara sholat witir tiga rakaat, perbedaannya terletak pada jumlah rakaat dan bacaan niatnya.

Berikut bacaan niat untuk sholat witir 2 rakaat:

أُصَلَّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnatal witri rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah witir dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

Sebagai catatan, apabila sholat witir dikerjakan secara berjamaah (khusus pada malam bulan Ramadhan), sebelum lafaz lillahi ta'aalaa ditambahkan kata ma'muuman bagi makmum atau kata imaaman, jika bertindak sebagai imam.

Bacaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir

Setelah melaksanakan sholat witir, disunnahkan membaca dzikir dan doa sebagai berikut:

Dzikir Setelah Sholat Witir

سُبْحَانَ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسِ (٣×)

Arab Latin: Subhaanal malikul qudduus.

Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Agung"

سُبُوْحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ (٣×)

Arab Latin: Subbuuhun qudduusun rabbunaa wa rabbul malaaʻikati war-ruuh.

Artinya: "Maha Suci dan Maha Agung Tuhan kami, Tuhan malaikat dan semua nyawa."

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيمُ (٣×)

Arab Latin: Allaahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa yaa karim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Mulia. Suka memberi ampunan. Ampunilah kami, wahai Zat yang Maha Mulia."

Doa Setelah Sholat Witir

Setelahnya dilanjutkan dengan membaca doa witir yang berdasarkan pada hadits shahih riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah, berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.

Arab Latin: Allahumma inni a'uudzu biridhaaka min sakhathika wa bi mu'aafaatika min 'uquubatik, wa a'uudzu bika minka laa uhshi tsanaan 'alaika, anta kama atsnaita 'alaa nafsika.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri."

Kemudian, membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنَا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِينًا قيمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ،

اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخْشُعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُدَنَا وَتَمَمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرٍ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab Latin: Allahumma inna nasaluka imanan da iman, wa nas'aluka qalban khaasyi'an, wa nas'aluka 'ilman naafi'an. Wa nas'aluka yaqinan shadiqan, wa nas'aluka 'amalan shalihan, wa nas'aluka dinan qayyiman. Wa nas'aluka khairan katsiran. Wa nas'alukal 'afwa wal 'afiyata, wa nas'aluka tamamal 'afiyata, wa nas'alukasy syukra 'alal aafiyati, wanas'alukal ghina'a 'anin nasi.

Allaahumma rabbana taqabbal minnaa shalaatana wa shiyamanaa wa qiyamană wa takhusy syu'ana wa tadahrru'ana wa ta'abbudana wa tammim taqshirana yaa Allahu, yaa Allaahu, yaa Allaahu ya arhamar rahimina.

Washallallahu 'al aa khairi khalqihi Muhammadin wa 'al aa aalihi wa shahbihi ajma'ina, wal hamdu lillahi rabbil 'alamina.

Artinya: "Ya Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyuk, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang saleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.

Ya Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami sholat kami, puasa kami, sholat malam kami, kekhusyukan kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, ya Allah, ya Allah, ya Allah, ya Zat Yang paling Penyayang di antara para penyayang.

Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam."

Waktu Pelaksanaan Sholat Witir

Waktu pelaksanaan sholat witir dimulai setelah sholat Isya hingga sebelum memasuki waktu Subuh. Dianjurkan untuk mengerjakan sholat witir setelah menyelesaikan sholat-sholat sunnah lainnya terlebih dahulu, seperti Tarawih, tahajud, dan sholat sunnah lainnya.

Hal ini karena sholat witir pada hakikatnya merupakan penutup ibadah sholat pada malam hari. Anjuran ini didasarkan pada hadits dari Aisyah, ia berkata:

"Setiap malam, Rasulullah mengerjakan sholat witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan sholat witirnya ini berakhir hingga waktu sahur." (HR al-Bukhari dalam kitab al-Witr, bab Saah Witr)

Adapun mengenai waktu mengerjakannya sebelum atau sesudah tidur, terdapat dua pendapat di kalangan ulama. Pendapat pertama menyebutkan bahwa apabila seseroang tidak yakin dapat bangun pada tengah malam, maka sholat witir sebaiknya dikerjakan setelah sholat sunnah ba'da Isya.

Sebaliknya, bagi yang yakin dapat bangun di tengah malam, maka yang lebih utama adalah melaksanakan sholat witir di akhir malam, yakni setelah sholat tahajud.

Sementara itu, pendapat kedua menyatakan bahwa yang lebih utama adalah mengerjakan sholat witir sebelum tidur, baik yakin dapat bangun pada tengah malam maupun tidak. Adapun sholat witir tidak dianjurkan dikerjakan secara berjamaah, kecuali pada malam bulan Ramadan, khususnya setelah sholat Tarawih.

Keutamaan Sholat Witir

Sebagaimana disinggung sebelumnya, sholat witir memiliki sejumlah keutamaan yang dapat diraih oleh umat Islam yang mengerjakannya. Di antara keutamaannya yaitu disaksikan oleh para malaikat, amalan yang dicintai Allah SWT, amalan yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW, hingga termasuk dalam wasiat Nabi SAW.

Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Disaksikan oleh Malaikat

Salah satu keutamaan mengerjakan sholat witir adalah disaksikan oleh para malaikat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:

"Barang siapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia mengerjakan sholat witir pada awal malam. Dan barang siapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia mengerjakan sholat witir pada akhir malam, karena sholat pada akhir malam itu disaksikan (oleh para malaikat), dan hal itu adalah lebih utama." (HR Muslim)

2. Amalan yang Dicintai Allah SWT

Sholat witir merupakan amalan ahli Al-Qur'an yang dicintai oleh Allah SWT. Ali bin Abi Thalib RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah berwitir, kemudian bersabda:

"Wahai ahli Al-Quran, kerjakanlah sholat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil." (HR Abu Dawud)

3. Amalan yang Sangat Ditekankan oleh Rasulullah SAW

Rasulullah SAW sangat menekankan umatnya untuk mengerjakan dan menjaga sholat witir. Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah telah memberi kalian tambahan sholat, maka peliharalah dia, yaitu sholat witir." (HR Ahmad)

4. Lebih Baik daripada Unta Merah

Keutamaan sholat witir selanjutnya adalah nilainya lebih baik daripada unta merah. Berdasarkan hadis Kharijah bin Hudzafah al-Adawi, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah keluar menemui para sahabat, Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah telah menambahkan kalian dengan satu sholat, yang sholat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta yang merah, yakni sholat witir. Waktu pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit fajar."

5. Termasuk Wasiat Rasulullah SAW

Sholat witir termasuk amalan yang diwasiatkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Rasulullah mewasiatkan tiga amalan yang harus dijaga hingga meninggal, sebagaimana Abu Hurairah RA, berkata:

"Kekasihku, Nabi SAW, mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku wafat: berpuasa tiga hari setiap bulan, sholat Dhuha dan tidur setelah sholat witir." (HR al-Bukhari)

6. Termasuk Golongan Umat Rasulullah SAW

Seorang muslim yang mengerjakan sholat witir, termasuk ke dalam golongan umat Rasulullah SAW. Abu Hurairah RA berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

"Barang siapa tidak mengerjakan sholat witir, maka ia bukan dari golonganku." (HR Ahmad)

7. Amalan yang Dibiasakan oleh Nabi Muhammad SAW

Sholat witir menjadi salah satu ibadah sunnah yang secara rutin dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini dijelaskan dalam haditss Ahmad, an-Nasa'i dan at-Tirmidzi.

Ali bin Abi Thalib RA berkata:

"Salat witir itu bukan suatu keharusan seperti halnya sholat fardhu, melainkan itu sunah yang dibiasakan oleh Rasulullah." (HR Ahmad, an-Nasa'i, dan at-Tirmidzi)

Itulah penjelasan mengenai tata cara sholat witir beserta bacaan dzikir dan doanya. Semoga bermanfaat!




(urw/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads