Tangis Kakek di Polman Uang Tabungan Berobat Rp 15,6 Juta Hangus Terbakar

Sulawesi Barat

Tangis Kakek di Polman Uang Tabungan Berobat Rp 15,6 Juta Hangus Terbakar

Abdy Febriady - detikSulsel
Sabtu, 14 Feb 2026 20:51 WIB
Kakek bernama Rasil (70) menangis usai uang tabungannya untuk berobat hangus terbakar.
Kakek bernama Rasil (70) menangis usai uang tabungannya untuk berobat hangus terbakar. (dok. Istimewa)
Polewali Mandar -

Kakek bernama Rasil (70) tidak kuasa menahan tangis usai dapur rumahnya yang terbakar turut menghanguskan uang tabungan senilai Rp 15,6 juta di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Rasil bertahun-tahun menyimpan uang tersebut untuk digunakan sebagai biaya berobat.

Kebakaran itu terjadi di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Jumat (13/2) sekira pukul 12.30 Wita. Momen Rasil menangisi uang tabungannya yang hangus terbakar terekam lewat video yang viral di media sosial.

Dari video beredar, Rasil sedang duduk di tangga rumahnya sambil menangis dan memegang sisa uang miliknya yang terbakar. Seorang wanita yang ikut bersedih tampak mengusap punggung Rasil agar bersabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasil kemudian mencoba memeriksa kondisi uangnya yang terbungkus plastik. Segepok uang tunai tersebut tampak sudah tidak utuh akibat terbakar.

"Itu uang sengaja saya kumpul, itu saya ingat penyakit yang tidak menentu, itu buat antisipasi jangan sampai suatu waktu butuh biaya untuk berobat," kata Rasil kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, Sabtu (14/2/2026).

ADVERTISEMENT
Penampakan kondisi rumah Rasil (70) saat ditemui di kediamannya di Polman.Penampakan kondisi rumah Rasil (70) saat ditemui di kediamannya di Polman. (Abdy Febriady/detikSulsel)

Rasil mengaku rumahnya dalam kondisi kosong saat dapur rumahnya kebakaran. Dia meninggalkan rumah untuk ke pasar setelah sempat memasak.

"Saya memasak sebelum ke pasar, sempat saya matikan apinya pakai air. Mungkin tidak semua api mati waktu saya siram pakai air," tuturnya.

Rasil mengaku uang tunai yang hangus sudah ditabung bertahun-tahun. Dia sengaja tidak menyimpan uang tersebut karena merasa malu dan tidak ingin merepotkan petugas bank.

"Sudah lama saya simpan, tidak tahu berapa tahun. Saya tidak bawa ke bank, saya malu jangan sampai merepotkan kalau saya cabut terus setiap ke pasar, kita malu sama pegawai bank," ujarnya.

Tetangga korban sempat membantu menghitung uang milik Rasil yang hangus terbakar. Hasilnya, uang tunai yang terbakar mencapai Rp 15.685.000

"Yang masih bisa kita hitung totalnya Rp 15.685.000, mulai pecahan Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu, kebanyakan pecahan seratus ribu nilainya sepuluh juta," ucap tetangga korban, Sunarti.

Menurut Sunarti, uang tersebut dibungkus korban menggunakan kantong plastik lalu dimasukkan ke dalam kaleng. Rasil meletakkan kaleng itu di dapur rumah yang diduga sumber kebakaran.

"Itu uangnya disimpan dalam kaleng lalu diletakkan di dapur, karena panas kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus meleleh hingga mengenai uangnya," terangnya.

Sunarti mengaku uang yang hangus terbakar sudah diserahkan ke bank. Dia berharap uang tabungan Rasil bisa ditukar dengan yang baru.

"Uangnya diserahkan kepada petugas, semoga bisa ditukar dengan uang baru di bank," imbuh Sunarti.

Sementara itu, Kepala Desa Patampanua, Yusuf menyebut korban selama ini tinggal sendiri dan sibuk bertani. Korban memiliki seorang anak namun sudah berkeluarga.

"Itu orang tua tinggal sendiri, ada anaknya," kata Yusuf melalui sambungan telepon.

Yusuf memperkirakan, uang yang terbakar diperoleh korban berasal dari pemberian warga dan bantuan sosial termasuk hasil kebun miliknya yang dikumpul menjadi satu.

"(Hasil kebun dan bantuan) seperti itu mungkin, karena kalau dilihat kondisinya dia hidup sendiri, tidak ada yang dibiayai, biasa makan di rumah keluarganya," imbuhnya.

Yusuf menyebut kebakaran hanya menghanguskan bagian dapur rumah korban. Dia mengaku pemerintah setempat telah turun dan memberikan bantuan.

"Yang terdampak itu hanya bagian dapur saja, kalau kerugian belum bisa saya pastikan. Kita sudah turun ke lokasi bersama dinas terkait," jelasnya.




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads