Tak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, salah satu bulan yang selalu dirindukan. Menjelang datangnya bulan penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, terdapat doa-doa untuk menyambut bulan suci yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa tersebut berisi permohonan agar diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan, serta diberikan kekuatan iman dan Islam dalam menyambut dan menjalaninya.
Lantas, bagaimana bacaan doa menjelang Ramadhan sesuai sunnah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simak bacaan selengkapnya di bawah ini!
Doa Menjelang Ramadhan sesuai Sunnah
Disadur dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut bacaan doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW pada bulan Syaban, menjelang Ramadhan:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Arab Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa balighnaa ramadhaan.
Artinya: "Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikan kami kepada Ramadhan." (HR al-Baihaqi)
Doa menjelang Ramadhan ini bermakna memohon keberkahan kepada Allah SWT pada bulan-bulan sebelum Ramadhan. Selain itu, doa ini juga berisi harapan diberikan kesempatan untuk meraih berbagai keutamaan di bulan suci Ramadhan.
Dilansir dari kanal YouTube resminya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa anjuran memohon keberkahan di bulan-bulan sebelumnya penting karena tidak sedikit umat Islam yang memasuki bulan Ramadhan tanpa membawa keberkahan dari amalan sebelumnya. Akibatnya, mereka tidak memiliki kesiapan yang cukup untuk menyambut dan mengisi bulan Ramadhan dengan baik.
Doa Menyambut Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah SAW
Ketika melihat hilal atau memasuki malam 1 Ramadhan, umat Islam dianjurkan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ
Arab Latin: Allahumma ahillahu 'alaina bil yumni wal iimaan, was-salaamati wal islaam. Rabbii wa rabbukallah.
Artinya: "Ya Allah, mohon hadirkan awal Ramadhan ini kepada kami semua dengan perasaan nyaman dan senang, dengan kekuatan iman, dan keselamatan, dan kemampuan berIslam. Tuhanku dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah."
Doa Menyambut Ramadhan Lainnya
Menukil buku 'Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah' oleh Abdullah Zaedan, umat Islam juga dapat membaca doa berikut untuk menyambut bulan Ramadhan:
أَللَّهُمَّ سَلَّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلَّمْ رَمَضَانَ لِي وَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
Arab Latin: Allahumma sallimnni li Ramadhaana wa sallam ramadhaana lii wa sallimhu minnii mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku untuk bulan Ramadhan dan selamatkanlah bulan Ramadhan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima." (HR Thabrani)
Amalan Menyambut Ramadhan
Selain memperbanyak doa, ada sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Islam sebagai persiapan menyambut Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah meluruskan dan menguatkan niat, memperbanyak bekal ilmu, hingga memohon kemudahan kepada Allah.
Berikut penjelasannya:
1. Meluruskan dan Menguatkan Niat
Merujuk penjelasan Ustaz Adi Hidayat di kanal YouTube-nya, amalan sebelum memasuki Ramadhan yang dapat dilakukan adalah meluruskan dan menguatkan niat dalam beribadah kepada Allah SWT. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Bukhari berikut ini:
:عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوُلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
Artinya: "Dari Umar bin Khattab RA, Nabi SAW bersabda: "Sungguh seluruh amal itu itu bergantung pada niatnya, sedangkan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang diniatkannya. Maka, barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin diraih atau wanita yang ingin dinikahi, maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya." (HR Al-Bukhari)
2. Memperbanyak Bekal Ilmu
Melansir laman Rumaysho, setiap muslim sekiranya perlu membekali diri dengan ilmu agar setiap amalan yang dikerjakan benar-benar bermanfaat, berfaedah, dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Umar bin 'Abdul 'Aziz:
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
Artinya: "Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan." (Al Amru bil Ma'ruf, halaman 15)
Beribadah hanya dengan mengikuti kebiasaan orang lain tanpa mengetahui hukumnya dapat merusak amalan yang telah dilakukan. Misalnya, mengamalkan suatu ibadah yang diyakini sebagai tuntunan Rasulullah SAW, padahal tidak memiliki dasar dalil yang sahih.
Perlu diingat, syarat diterimanya suatu ibadah bukan hanya dari keikhlasannya, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi SAW dan memiliki dalil yang shahih. Namun, tidak sedikit umat Islam yang beribadah sekadar ikut-ikutan dengan alasan yang penting ikhlas, padahal amalan tersebut tidak memiliki dasar dan tuntunan yang jelas.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memperbanyak bekal ilmu agar setiap ibadah yang dikerjakan benar, terarah, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
3. Bertaubat
Para ulama menganjurkan setiap muslim untuk senantiasa bertaubat kepada Allah SWT. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Islam dapat memperbanyak taubat dan istighfar agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik di bulan mulia tersebut.
Adapun syarat taubat yang dijelaskan oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir rahimahumullah, yaitu:
"Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya." (Tafsir Al Qur'an Al 'Azhim, 14:61)
Inilah yang disebut sebagai taubat nasuha, yakni taubat yang tulus dan murni. Semoga Allah SWT menerima taubat hamba-hamba-Nya sebelum memasuki bulan Ramadhan, sehingga umat Islam dimudahkan dalam melaksanakan berbagai kebaikan di dalamnya.
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon ampunan dari Allah adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
Latin: Allahummagh-firlii khathii-atii, wa jahlii, wa israfii fii amrii, wa maa anta a'lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khatha-i wa 'amdii, wa kullu dzalika 'indii.
Artinya: Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan. (HR Bukhari nomor 6398 dan Muslim nomor 2719)
4. Memohon Kemudahan kepada Allah SWT
Segala kemudahan dalam beramal tidak lain merupakan pertolongan dan kehendak Allah SWT semata. Oleh karena itu, hendaklah setiap muslim senantiasa berserah diri dan bertawakkal kepada Allah SWT dalam menjalani ibadah, termasuk di bulan Ramadhan.
Perbanyaklah memanjatkan doa kepada Allah agar diberi kemudahan dalam menjalankan berbagai ibadah, baik shalat malam, puasa, sedekah, mengkhatamkan Qur'an dan amal kebaikan lainnya.
Berikut doa yang dapat dipanjatkan untuk memohon kemudahan kepada Allah SWT:
a. Doa Memohon Kemudahan #1
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Arab Latin: Allahumma laa sahla illa maa ja'altahu sahlaa, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlaa.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah." (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi 'Umar, Ibnus Suni dalam 'Amal Yaum wal Lailah)
b. Doa Memohon Kemudahan #2
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ
Arab Latin: Allahumma inni as-aluka fi'lal khairaat wa tarkal munkaraat.
Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran." (HR Tirmidzi nomor 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani)
Demikianlah doa menjelang Ramadhan beserta amalan yang dapat dikerjakan sebagai persiapan menyambut bulan penuh berkah tersebut. Semoga bermanfaat!
(alk/alk)










































